Pemerintah Mesir Terjunkan Keturunan Firaun Demi Dongkrak Pariwisata

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Akibat dari pandemi COVID-19, dunia Pariwisata di banyak negara hampir mati, tak terkecuali Mesir. Untuk membangkitkan kembali, pemerintah dan para pejabat barang antik Mesir pada hari Sabtu (14/11) lalu, telah mengumumkan penemuan peti mati kuno dengan jumlah sekitar 100 peti.

Melansir Sindonews, peti mati kuno tersebut berisi mumi dari keturunan raja Firaun, dan ada sekitar 40 patung emas yang dikuburkan oleh Firaun di selatan Kairo Mesir. Sarkofagus itu telah terkubur lebih dari 2.500 tahun yang lalu, dan ditampilkan dalam pameran sementara di kaki Piramida Langkah Djoser yang terkenal di Saqqara.

Image Source:Sindonews.com

Peti kayu yang disegel, dan dibuka pada saat di lokasi untuk dipamerkan adalah milik pejabat tinggi dari periode akhir dan periode Ptolemeus Mesir kuno. Peti ini ditemukan di tiga lubang pemakaman dengan kedalaman 40 kaki di pekuburan yang luas, dulunya adalah ibu kota dari kuno Mesir, Memphis.

Peti mati mumu ditemukan dari dinasti Ptolemues, yang dulunya memerintah Mesir kurang lebih selama 300 tahun dari 320 SM. Sekitar 30 SM, dan Periode akhir 9664-332 SM). Bentuk dari mumifikasi yang paling klasik ini berasal dari Dinasti ke 18 yang berlangsung dari periode 1549/1550 sampai 1292 SM.

Image Source:Sindonews.com

Sarkofagus dengan mumi di dalamnya juga ditunjukkan ke wartawan dan diplomat asing yang menghadiri acara tersebut. Dataran yang tinggi Saqqara dapat menempung kurang lebih 11 piramida, termasuk di dalamnya Step Pyramid. Dengan ratusan makam pejabat pada zaman kuno dan situs lain yang berkisar dari Dinasti 1 (2920 SM-1770 SM) sampai periode (395-642).

Sekertaris Jendral dari Supreme Council of Antiquities, Mostafa Waziri mengatakan bahwa studi pada awalnya menunjukkan peti mati yang telah dihias tersebut telah diperuntukan bagi para pendeta, pejabat tinggi dan kaum elit periode akhir Firaun (664-525 SM).

Image Source:Sindonews.com

El-Anany mengatakan peti mati Saqqara akan bergabung dengan 30 peti mati kayu kuno lainnya yang ditemukan pada bulan Oktober di kota selatan Luxor dekat kerajaan Firaun. Dan akan dipamerkan di Museum Agung Mesir (Great Egyptian Museum) yang baru, yang dibangun oleh negara Mesir di dekat Piramida Giza.

Berita Lainnya :

Festival Lentera Korsel Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Bangkai Kapal Titanic Kini Bisa Dikunjungi Turis, Berapa Harga Tiketnya?