Pemerintah Minta Arab Saudi Terima TKI Suami-Istri  

TEMPO.CO, Purwokerto - Pemerintah Indonesia tengah melobi pihak Kerajaan Arab Saudi agar mau menerima pasangan suami-istri dari Indonesia sebagai tenaga kerja di negara itu. Tak hanya Arab Saudi, menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, usul ini juga akan disampaikan kepada negara-negara Timur Tengah yang kerap kerap mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia.

Upaya ini, menurut Muhaimin, bertujuan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia yang kerap mendapat tindakan sewenang-wenang dari pihak majikannya. "Syaratnya mereka itu harus pasangan suami-istri," kata Muhaimin, seusai penandatanganan kesepahaman bersama kerja sama antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tentang pendidikan, pelatihan penelitian, pengembangan, dan pendampingan bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi, di Auditorium Widyatama Unsoed Purwokerto, Selasa, 12 Februari 2013.

Muhaimin mengatakan, jika Arab Saudi bersedia menandatangani naskah kesepahaman tentang tenaga kerja wanita yang bekerja di negara itu bisa berpasangan, hal itu akan membantu sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja. Menurut Muhaimin, ada kecenderungan pekerja perempuan yang bekerja di Arab Saudi mengalami perlakuan yang tidak baik dari majikannya.

Di sisi lain, menurut Muhaimin, sebuah rumah tangga di Arab tidak hanya membutuhkan tenaga perempuan untuk penata laksana rumah tangga, tapi juga tenaga laki-laki untuk penjaga rumah tangga. "Saat ini pengiriman TKI ke Arab Saudi masih saya tutup. Kalau mau setelah dibuka, nanti yang berangkat adalah pasangan suami-istri," Menakertrans menegaskan.

ARIS ANDRIANTO

Berita Terpopuler Lainnya

Anas Bakal Tersandung Mobil Harrier?

Ini Jejak Anas di Hambalang

Pengemudi U10 Kasus Annisa Ternyata Sopir Tembak

Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional

Angkot Bakal Dihapus Demi Keamanan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.