Pemerintah minta RS siapkan tempat tidur antisipasi kenaikan COVID-19

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Mohammad Syahril menyampaikan bahwa pemerintah meminta rumah sakit (RS) untuk menyiapkan ketersediaan tempat tidur 10-30 persen dari kapasitas guna mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19.

"Menteri Kesehatan sudah membuat edaran agar seluruh rumah sakit menyiapkan kapasitas 10 sampai 30 persen dari tempat tidurnya untuk dipakai pasien," katanya dalam bincang-bincang siaran sehat Antisipasi Puncak Kasus COVID-19 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat isolasi mandiri seperti di Wisma Atlet dan beberapa tempat yang dikelola pemerintah daerah.

"Jadi kewaspadaan kita betul-betul diingatkan, kesiapan kita yang pertama kita sudah menyiapkan tempat-tempat isolasi mandiri," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah juga telah menyiapkan obat-obatan serta alat pelindung diri (APD) guna mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19.

"Obat-obatan Insya Allah cukup maupun alat pelindung diri juga disiapkan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Syahril meminta pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan pemeriksaan atau pelacakan agar kasus positif COVID-19 dapat diketahui secara riil.

"Berapa pasien yang positif agar kita bisa isolasi, karena dengan isolasi dia tidak akan menulari orang lain," katanya.

Ia menyebutkan terdapat tiga provinsi yang sedang mengalami peningkatan kasus COVID-19, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

"Jadi 'warning' kepada tiga aglomerasi ini, menjadi catatan kita harus super ketat dan betul-betul kita meningkatkan kewaspadaan bersama," kata Mohammad Syahri.

Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami tambahan sebanyak 1.681 orang pada Senin sehingga jumlah keseluruhan mencapai 6.112.986 orang hingga saat ini.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, DKI Jakarta menyumbang tambahan kasus positif COVID-19 terbanyak, yakni 812 orang.

Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat (306), Banten (249), Jawa Timur (98), Bali (74), dan Jawa Tengah (31).

Baca juga: Satgas COVID-19: Kenaikan kasus positif harian meningkat 2.881 orang

Baca juga: Menkes Malaysia: Jangan anggap enteng kenaikan kasus COVID-19

Baca juga: Indonesia capai kenaikan kasus positif COVID-19 hingga 620 persen

Baca juga: Pakar: Penyiapan RS perlu dilakukan antisipasi kenaikan kasus COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel