Pemerintah mudahkan akses wilayah terisolir lewat jembatan udara

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Dalam setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin terus mengupayakan kemudahan akses melalui proyek jembatan udara yakni pelaksanaan angkutan udara kargo dari bandara ke bandara lainnya dan/atau dari bandara ke bandara di daerah terluar, terisolir, dan tertinggal.

"Upaya ini akan menurunkan jurang perbedaan atau disparitas harga barang sehingga perekonomian berangsur tumbuh," demikian dikutip dari Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju, di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang disadur dalam laporan tersebut, penurunan harga rata-rata lima bahan pokok mencapai sebesar 44,85 persen setelah jembatan udara dibangun.

Baca juga: Tiga kapal penumpang dijadikan Gerai Maritim

Proyek jembatan udara ini dilaksanakan mengingat wilayah Indonesia yang terbentang dengan lebih dari 17.000 pulau sehingga memuat banyak daerah sulit untuk diakses.

Akibatnya daerah terluar, terisolir, dan tertinggal, membutuhkan biaya yang lebih mahal daripada wilayah perkotaan untuk lalu lintas orang dan barang.

Program Jembatan Udara dibentuk pada 2017 dengan 12 rute, setahun kemudian bertambah 41 rute, dan tahun 2019 menjadi 39 rute.

Ada pun jembatan udara merupakan bagian dari Program Gerai Maritim untuk meningkatkan kelancaran arus barang serta menurunkan disparitas harga.

Baca juga: Gerai Maritim diharapkan turunkan disparitas harga

Cakupan wilayahnya yaitu daerah asal yang menjadi hub antara lain Timika, Wamena, Dekkai, Tanah Merah di Papua, Masamba di Sulawesi Selatan, dan Tarakan di Kalimantan Utara, dengan wilayah tujuan di sekitarnya yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara.

Hasil evaluasi perkembangan harga 2019 menunjukkan kegiatan Gerai Maritim melalui Pemanfaatan program Jembatan Udara berdampak positif bagi masyarakat. Rata-rata harga bahan pokok di beberapa daerah lebih rendah jika dibandingkan dengan harga barang sebelum dikirimkan melalui program jembatan udara.

Perbedaan harga tertinggi terjadi pada komoditas beras turun sebesar 64-65 persen di Distrik Jila, Ilama, dan Hareapini; minyak goreng turun sebesar 66,67 persen di Distrik Jila dan Alama; telur ayam turun sebesar 66 persen di Distrik Long Apung; gula pasir turun sebesar 64 persen di Distrik Alama; garam turun sebesar 53,33 persen di Long Bawan; dan semen turun sebesar 31,37 persen di Wamena.

Baca juga: "Jembatan udara" Timika-Wamena layani angkutan semen