Pemerintah Naikkan Anggaran Perlinsos Menjadi Rp441,3 Triliun di 2023

Merdeka.com - Merdeka.com - Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023, pemerintah mengalokasikan dana perlindungan sosial (perlinsos) sebesar Rp 432,2 triliun hingga Rp 441,3 triliun. Angka ini lebih tinggi dari alokasi pemerintah dalam APBN 2022 sebesar Rp 431,5 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, besarnya alokasi tersebut untuk menjadi bantalan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin. Artinya, APBN menjalankan perannya sebagai syok absorber dari kondisi ketidakpastian.

"Ini untuk menjaga masyarakat baik melalui program PKH, kartu sembako, subsidi listrik, subsidi LPG dan jaminan kehilangan pekerjaan," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja DPR-RI dengan Pemerintah di Komplek DPR-MPR, Jakarta, Selasa (31/5).

Penambahan dana perlinsos tersebut sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat meskipun dampak pandemi terhadap ekonomi masyarakat sudah mulai menurun. Sebagaimana diketahui anggaran perlinsos dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan sejak adanya pandemi.

Di tahun 2020 anggaran perlinsos sebesar Rp 498 triliun. Melonjak dari anggaran tahun 2019 yang hanya Rp 293,2 triliun. Penambahan anggaran ini dilakukan ketika WHO menetapkan status pandemi Covid-19 di tahun 2020.

Tahun 2021 anggaran perlinsos dikurangi menjadi Rp 468,3 triliun. Penurunan anggaran ini sejalan dengan kondisi dampak terhadap pandemi yang mulai berangsur terkendali. Begitu juga dengan anggaran perlinsos di tahun 2022 yang dijatah hanya Rp 99,4 triliun.

Sementara itu anggaran perlinsos tahun 2023 dinaikkan dalam rangka antisipasi terhadap ketidakpastian global. Tahun depan, kebijakan perlinsos akan diarahkan untuk perbaikan data, penargetan penerima, pengurangan angka kemiskinan, penguatan perlinsos sepanjang hayat dan mendorong sosial adaptif. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel