Pemerintah optimalkan akses internet, jawab kebutuhan digitalisasi

·Bacaan 2 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate memastikan bahwa pemerintah mengoptimalisasi akses internet yang merata di seluruh Indonesia guna menjawab tingginya kebutuhan digitalisasi selama pandemi.

"Ruang digital memang menjadi opsi wahana kegiatan dan jembatan komunikasi yang efektif bagi masyarakat semasa pandemi. Banyak kegiatan dari luring (offline) beralih menjadi daring (online)," kata Johnny G. Plate dalam siaran pers, Kamis.

"Hal itu adalah bagian penting dari adaptasi kita terhadap kebiasaan-kebiasaan baru, agar pandemi tidak menghalangi masyarakat untuk terus berkarya. Karena itu, pemerintah terus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas koneksi internet agar masyarakat dapat beraktivitas dengan optimal,” kata Johnny.

Menkominfo Johnny menjelaskan percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Berbagai ikhtiar peningkatan infrastruktur digital yang terus dikejar oleh pemerintah, di antaranya pembangunan menara BTS, optimalisasi jaringan Palapa Ring, pembukaan titik akses internet baru secara masif, dan penambahan kapasitas satelit.

Mengingat tingginya kebutuhan terhadap koneksi internet berkualitas yang tidak hanya di wilayah perkotaan, pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital dengan menargetkan 83.548 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia terjangkau internet 4G pada 2022.

Dengan demikian, peserta didik di desa sekalipun dapat mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan lebih baik, serta memudahkan pendidik mengakses beragam materi edukasi.

Pemerintah juga telah menuntaskan penyediaan akses internet di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada 3.126 unit fasyankes yang membutuhkan optimalisasi layanan internet. Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung program-program kesehatan masyarakat baik di masa pandemi maupun untuk jangka panjang.

Sejalan dengan optimalisasi prasarana, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi terkait utilisasi sistem digital, sekaligus memupuk kecakapan literasi digital masyarakat.

Di antaranya, pemerintah memprakarsai Gerakan Nasional Literasi Digital, yaitu rangkaian kegiatan webinar untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Untuk mendapatkan informasi webinar yang digelar dalam gerakan ini, masyarakat dapat mengakses media sosial Kemenkominfo dan Siberkreasi.

Dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi digital dan ekonomi maritim, pemerintah juga menginisiasi berbagai program pendampingan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memanfaatkan sistem digital untuk mengembangkan usaha. Sejumlah program tersebut di antaranya UMKM Go-Online, Gerakan 1.000 Startup Digital, Digital Entrepreneurship Academy (DEA), serta Petani dan Nelayan Go-Online.

"Seperti kita ketahui, pandemi mempercepat proses digitalisasi dalam kehidupan kita. Karena itu, kami berharap optimalisasi prasarana digital dapat berfaedah secara maksimal dalam setiap sektor kehidupan rakyat, baik untuk sekarang maupun jangka panjang. Dengan peningkatan infrastruktur digital, pemerintah yakin dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital,” pungkasnya.

Baca juga: Kominfo: Aturan teknis dukung perkembangan teknologi finansial

Baca juga: Kominfo berupaya putus akses ke pinjaman onlineilegal

Baca juga: Kominfo minta sosialisasi masif soal siaran TV digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel