Pemerintah Optimalkan Pembiayaan Utang Domestik

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan potensi pembiayaan utang dari pasar domestik dan memanfaatkan sumber dari luar negeri hanya sebagai pelengkap. Menurut dia, pengadaan pinjaman luar negeri akan dilakukan secara lebih cermat.

"Berdasarkan kebutuhan prioritas dan tidak menimbulkan keterikatan politik dari kreditor," Kata Robert dalam rapat dengar pendapat tentang penerimaan negara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 dengan Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 30 Mei 2013.

Hal itu diupayakan untuk mencapai rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto pada akhir 2013 sebesar 23 persen. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan disverifikasi instrumen utang antara lain melalui penerbitan sukuk untuk membiayai proyek infrastruktur."Melakukan pengembangan pasar Surat Berharga Negara yang aktif dan dan likuid, serta melakukan upaya stabilisasi pasar Surat Berharga Negara," katanya.

Robert juga menyatakan pihaknya akan lebih fleksibel dalam pembiayaan utang melalui instrumen utang dengan biaya yang relatif rendah dan risiko yang terkendali. "Memaksimal utang untuk belanja modal terutama pembangunan infrastruktur," ucapnya.

Berdasarkan RAPBN Perubahan 2013, pemerintah mengusulkan penambahan pembiayaan dari utang dari sebelumnya Rp 161,4 triliun menjadi Rp 224,9 triliun. Pembiayaan utang tersebut terdiri dari pinjaman luar negeri (netto) dari Rp 19,4 triliun, menjadi Rp 16,8 triliun.

Sementara penarikan pinjaman luar negeri (bruto) menjadi Rp 49 triliun dari sebelumnya Rp 45,9 triliun. Penerusan pinjaman menjadi Rp 6,69 triliun dari sebelumnya Rp 6,96 triliun. Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri menjadi Rp 59,2 triliun dari asumsi APBN Rp 58,4 triliun. Sedangkan Surat Berharga Negara (netto) naik dari Rp 180,4 triliun (APBN) menjadi Rp 241,3 triliun dalam APBN Perubahan.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Berita Terpopuler:

Wiranto Yakin Putranya Meninggal Fisabilillah 

Putra Wiranto Meninggal Setelah 2 Bulan Menikah

Darin Mumtazah Bisa Dipanggil Paksa di Pengadilan

Perang Kata-kata Andi Arief dan Natalius Pigai 

Sebelum Sidang, Ini Kata Hercules 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler