Pemerintah Optimalkan Pembiayaan Utang Domestik

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan potensi pembiayaan utang dari pasar domestik dan memanfaatkan sumber dari luar negeri hanya sebagai pelengkap. Menurut dia, pengadaan pinjaman luar negeri akan dilakukan secara lebih cermat.

"Berdasarkan kebutuhan prioritas dan tidak menimbulkan keterikatan politik dari kreditor," Kata Robert dalam rapat dengar pendapat tentang penerimaan negara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 dengan Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 30 Mei 2013.

Hal itu diupayakan untuk mencapai rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto pada akhir 2013 sebesar 23 persen. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan disverifikasi instrumen utang antara lain melalui penerbitan sukuk untuk membiayai proyek infrastruktur."Melakukan pengembangan pasar Surat Berharga Negara yang aktif dan dan likuid, serta melakukan upaya stabilisasi pasar Surat Berharga Negara," katanya.

Robert juga menyatakan pihaknya akan lebih fleksibel dalam pembiayaan utang melalui instrumen utang dengan biaya yang relatif rendah dan risiko yang terkendali. "Memaksimal utang untuk belanja modal terutama pembangunan infrastruktur," ucapnya.

Berdasarkan RAPBN Perubahan 2013, pemerintah mengusulkan penambahan pembiayaan dari utang dari sebelumnya Rp 161,4 triliun menjadi Rp 224,9 triliun. Pembiayaan utang tersebut terdiri dari pinjaman luar negeri (netto) dari Rp 19,4 triliun, menjadi Rp 16,8 triliun.

Sementara penarikan pinjaman luar negeri (bruto) menjadi Rp 49 triliun dari sebelumnya Rp 45,9 triliun. Penerusan pinjaman menjadi Rp 6,69 triliun dari sebelumnya Rp 6,96 triliun. Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri menjadi Rp 59,2 triliun dari asumsi APBN Rp 58,4 triliun. Sedangkan Surat Berharga Negara (netto) naik dari Rp 180,4 triliun (APBN) menjadi Rp 241,3 triliun dalam APBN Perubahan.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Berita Terpopuler:

Wiranto Yakin Putranya Meninggal Fisabilillah 

Putra Wiranto Meninggal Setelah 2 Bulan Menikah

Darin Mumtazah Bisa Dipanggil Paksa di Pengadilan

Perang Kata-kata Andi Arief dan Natalius Pigai 

Sebelum Sidang, Ini Kata Hercules 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...