Pemerintah Optimis GoTo Mampu Majukan Sektor UMKM

·Bacaan 3 menit

VIVAGojek dan Tokopedia pada Senin (17/5/202) secara resmi mengumumkan pembentukan Grup GoTo. Grup GoTo sendiri menjadi grup teknologi terbesar di Indonesia yang menjadi ekosistem andalan masyarakat dengan menyediakan berbagai solusi untuk menjalani keseharian.

Dengan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan, Grup GoTo akan menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia, dan melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Grup GoTo diklaim memiliki total Gross Transaction Value (GTV) secara Grup lebih dari US$22 miliar atau Rp 314 triliun pada 2020, dengan 1,8 miliar transaksi, dua juta mitra driver per Desember 2020, 11 juta mitra usaha per Desember 2020, 100 juta pengguna aktif bulanan dan kontribusi 2 persen kepada total PDB Indonesia.

Tidak hanya itu, dengan didukung oleh layanan pembayaran digital dan keuangan yang akan semakin mempermudah kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan, membuat GoTo menjadi kombinasi usaha terbesar yang pernah ada di Indonesia, sekaligus kombinasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia hingga saat ini.

“Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial," kata Andre Soelistyo dari Gojek yang juga memimpin GoTo sebagai CEO Group.

Andre juga mengklaim, mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Patrick Cao, Presiden GoTo. “Ke depannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2% kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi. Kami sangat bersemangat untuk memulai babak berikutnya dari sejarah bisnis kami dan akan terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di setiap sektor yang tersentuh teknologi kami.”

Terbentuknya GoTo juga disambut baik dan penuh optimisme dari Pemerintah Indonesia. Pasalnya, dengan model bisnis Grup GoTo yang lebih beragam, stabil dan berkelanjutan hal tersebut juga akan berdampak pada pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.

Beberapa Kementerian pun menyampaikan dukungan dan harapan dengan terbentuknya Grup GoTo. Menteri Perdagangan M.Lutfi mengatakan, “Saya yakin GoTo dapat menciptakan suatu super ecosystem di commerce generasi baru yang dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. Saya percaya GoTo juga dapat membantu jutaan UMKM dalam negeri agar mereka dapat cepat bertransformasi ke usaha online, sehingga sekaligus dapat memperluas peluang pasar bagi UMKM tersebut.”

Begitupun dengan Menkop UKM Teten Masduki, yang mengatakan bahwa lebih dari satu dekade kehadiran Gojek dan Tokopedia telah berdampak pada upaya pemerataan ekonomi secara digital.

“Tokopedia dan Gojek sebagai perusahaan karya anak bangsa hadir di garda terdepan dalam upaya pemerataan ekonomi secara digital, melahirkan dampak positif secara sosial ekonomi melalui pengembangan pelaku UMKM termasuk diantaranya mitra usaha, mitra pengemudi dan tentunya masyarakat secara luas,” ucapnya.

Dari sisi pemanfaatan teknologi pun, Grup GoTo dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan kombinasi Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat semakin memberi kemudahan dan manfaat bagi pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pelanggan, menyemarakkan e-commerce Indonesia,” kata Menkominfo Johnny G. Plate.

Harapan juga disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto atas lahirnya Grup GoTo. “Saya meminta kehadiran GoTo dapat mendorong kemitraan yang lebih luas antara korporasi skala besar dengan UMKM di dalam ekosistem yang kondusif. GoTo diharapkan juga dapat menciptakan dampak sosial yang luas serta berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ucapnya.

Untuk diketahui Grup GoTo memiliki daftar investor blue-chip termasuk (sesuai abjad) Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Goldman Sachs bertindak sebagai penasihat keuangan Gojek. Davis Polk & Wardwell LLP dan Assegaf Hamzah & Partners bertindak sebagai penasihat hukum Gojek. Citi bertindak sebagai penasihat keuangan Tokopedia. Allen & Overy LLP bertindak sebagai penasihat hukum Tokopedia.

Grup GoTo juga akan terus mengembangkan bisnisnya di pasar non Indonesia yang tumbuh pesat di mana Gojek beroperasi. Adapun negara-negara menjadi tempat operasi diantaranya Singapura, Thailand dan Vietnam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel