Pemerintah optimistis ekonomi tumbuh positif pada kuartal IV 2021

·Bacaan 2 menit

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa pemerintah optimistis ekonomi tetap tumbuh positif pada kuartal IV 2021 karena berbagai indikator telah menunjukkan perbaikan.

“Seiring perkembangan kasus positif COVID-19 yang terus membaik, mobilitas masyarakat mulai dibuka dan membuat berbagai sektor, terutama sektor perdagangan, kembali tumbuh tinggi,” kata Sesmenko Susiwijono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Perbaikan indikator ekonomi, lanjutnya, juga terlihat dari pertumbuhan tabungan kelas menengah sudah mulai turun. Hal tersebut mengindikasikan konsumsi masyarakat yang akan naik. Selain itu, dengan adanya potensi ekspor untuk terus naik dan PMI yang mencapai level lebih tinggi, diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan prospek yang positif tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di atas level 5 persen pada Q4 2021 dan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kendati pertumbuhan ekonomi global masih dibayangi oleh risiko ketidakpastian karena adanya perkembangan COVID-19 dan variannya, ketidakpastian geopolitik, tapering off yang dilakukan oleh The Fed, krisis energi, serta isu perubahan iklim, berbagai lembaga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dan 2022 mulai pulih.

Optimisme tersebut dikarenakan kondisi kasus harian COVID-19 global yang mulai melandai, aktivitas manufaktur global terus tumbuh ekspansif, harga komoditas meningkat seiring geliat permintaan global, dan outlook ekonomi yang diperkirakan masih solid ke depan.

“Indikator sektor eksternal Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif baik dan terkendali, tercermin dari defisit transaksi berjalan yang rendah, cadangan devisa yang terus meningkat, neraca perdagangan masih terus surplus,” jelas Susiwijono.

Tak hanya itu, ekspor impor juga terus naik signifikan, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjaga, yield obligasi pemerintah yang melandai, serta rasio Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terhadap PDB masih berada dalam level aman.

“Selain optimisme dari berbagai capaian indikator ekonomi dan pengendalian COVID-19, kita perlu memanfaatkan Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam percaturan global terkait ekonomi, politik, dan isu-isu strategis lainnya serta sekaligus untuk menarik investasi ke Indonesia,” kata dia.

Baca juga: Presiden: Ekonomi terus merangkak naik karena COVID-19 terkendali
Baca juga: Ekonom nilai industri petrokimia masih menguntungkan dan potensial
Baca juga: Ekonom prediksi pertumbuhan ekonomi RI 4,7 persen pada 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel