Pemerintah Pasang Target Rasio Kewirausahaan 3,95 Persen di 2024

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyatakan, pemerintah mencanangkan target rasio kewirausahaan nasional di 2024 sebesar 3,95 persen dengan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen.

Hal tersebut diungkapkan Teten dalam sesi perdana webinar DSC 12 X Nu Circle yang berlangsung pada 30 Juli lalu, dengan mengusung tema Ekonomi Pesantren sebagai Arus Baru Ekonomi Syariah Indonesia.

Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia tercatat baru sekitar 3,47 persen. Pemerintah juga menilai, pondok pesantren mempunyai peluang yang besar untuk mengembangkan kewirausahaan.

“Persentase ini masih relatif rendah jika dibandingkan Thailand, Malaysia,dan Singapura. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara Pemerintah dan swasta dalam mempersiapkan peningkatan kualitas SDM unggul untuk mewujudkan target tersebut,” papar Teten, dikutip Rabu (8/9/2021).

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan ekonomi syariah di Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional.

Ekonomi syariah di Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan pertama tahun 2021, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 4,29 juta.

Erick menegaskan, potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih maksimal. “Kita perlu meningkatkan kapasitas talenta di lingkungan pesantren baik dari sisi manajerial, keuangan, digitalisasi, infrastruktur, dan akses pasar. Agar lulusan pesantren siap bersaing baik berwirausaha dan karir," jelas Erick.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gandeng Lebih Banyak Komunitas

Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan air mancur dari paralon bekas di Abah Matul, Tapos, Depok, Kamis (1/4/2021). Tahun ini, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM kembali disalurkan pada 9,8 juta pelaku usaha dengan besaran RP 1,2 juta per penerima. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan air mancur dari paralon bekas di Abah Matul, Tapos, Depok, Kamis (1/4/2021). Tahun ini, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM kembali disalurkan pada 9,8 juta pelaku usaha dengan besaran RP 1,2 juta per penerima. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Program Inisiator DSC 12, Edric Chandra mengungkapkan, tahun ini pihaknya memperluas segmen audiens berbasis komunitas dan ekonomi keumatan melalui kerja sama dengan menggelar serangkaian webinar bersama NU Circle, LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama), Ansor, dan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia).

“Tujuannya adalah semakin banyak melahirkan entrepreneur dari komunitas berbasis santri dan Nahdliyin dan membangkitan ekonomi keumatan walau berada di situasi masa pandemi,” jelas Edric.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel