Pemerintah Pastikan Vaksinasi COVID-19 Dimulai Akhir Januari 2021

Syahrul Ansyari, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa saat ini total jumlah vaksin yang sudah ada di Tanah Air yakni sebanyak 1,2 juta dosis vaksin.

Dia menambahkan, pada Desember 2020 akan menyusul sebanyak 15 juta bahan baku vaksin, dan pada Januari 2021 akan hadir lagi tambahan 1,8 juta dosis vaksin.

"Sehingga tentu sesuai arahan Presiden, di Januari (2021) akhir nanti vaksinasi sudah bisa dilaksanakan," kata Airlangga dalam telekonferensi, Selasa, 22 Desember 2020.

Baca juga: Joe Biden Disuntik Vaksin Pfizer, Tenaga Medis Dibisikkan Sesuatu

Dalam rangkaian rencana penyediaan dan proses pelaksanaan vaksinasi tersebut, Airlangga menjamin bahwa proses pemeriksaan dan pengesahan berbagai aspek medis dari vaksin itu juga akan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Tentunya, lanjut Airlangga, dari Badan POM juga akan melakukan proses analisis data, yang akan dikirimkan ke Tiongkok, Brasil, dan clinical trial di Bandung.

"Sehingga tentunya data-data tersebut akan dikaji untuk menentukan keamanan dan efektivitas dari vaksin tersebut," ujar ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu.

Mengenai pihak-pihak yang akan diprioritaskan untuk mendapat vaksinasi di tahap awal pelaksanaannya, pemerintah sudah memutuskan bahwa para tenaga kesehatan dan pekerja di garda terdepanlah yang akan mendapat kesempatan tersebut.

Hal itu termasuk kepada beberapa kelompok lain yang juga dinilai akan membantu menciptakan stabilitas, baik dalam hal ekonomi maupun sosial di masyarakat.

"Misalnya yakni Satpol PP, TNI/Polri, pedagang pasar, UMKM, mereka akan diberikan prioritas dan tentu diharapkan bahwa rasa aman di masyarakat itu bisa dibangkitkan," kata Airlangga.

"Sehingga nantinya diharapkan bahwa perekonomian dan masyarakat akan berani bergerak untuk meningkatkan daya beli," ujarnya.