Pemerintah perbaiki pipa air yang rusak akibat banjir di Torue

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, masih memperbaiki pipa air yang rusak akibat banjir bandang di Desa Torue.

"Kami masih melakukan perbaikan pipa dibagikan hulu, dan diupayakan agar dapat digunakan secepatnya," kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong Nyoman Adi di Torue, Rabu.

Menurut dia, banjir bandang yang pada Kamis (28/7) malam melanda Desa Torue menyebabkan kerusakan setidaknya 18 pipa induk dan pipa sambungan rumah tangga dalam Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di daerah hulu.

Sebagian besar warga Torue mendapat aliran air bersih dari jaringan pipa SPAM dari sumber air baku Sungai Torue. Kerusakan pipa air di daerah hulu sungai membuat mereka kesulitan memperoleh air bersih. ​​​​​​​

"Air bersih sudah masuk ke saluran pipa induk. Selain fokus perbaikan di bagian hulu, kami juga melakukan inspeksi jaringan-jaringan distribusi air guna memastikan kesiapan penggunaannya bila pekerjaan perbaikan sudah selesai," kata Nyoman.

Ia mengemukakan bahwa kondisi cuaca sangat mempengaruhi kecepatan perbaikan jaringan pipa SPAM. Hujan yang dalam beberapa hari terakhir sering turun di daerah hulu menghambat pekerjaan perbaikan pipa.

"Tim bekerja tidak maksimal karena faktor cuaca. Hujan lebat masih sering mengguyur bagian hulu, sehingga kami hanya memiliki sedikit kesempatan. Kami juga harus mementingkan keselamatan tim di lapangan," kata Nyoman.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat meninjau bendungan Sungai Torue di Parigi Moutong pada Selasa (2/8) menginstruksikan mengerahkan empat alat berat tambahan untuk mendukung pelaksanaan normalisasi sungai.

Baca juga:
PMI salurkan bantuan air bersih ke korban banjir bandang Torue
BPBD: 1.459 jiwa warga terdampak banjir bandang di Torue

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel