Pemerintah Percepat Kekebalan Sebelum Virus B117 Merajalela

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini pemerintah berupaya untuk menggelar vaksinasi massal demi mempercepat kekebalan atau herd immunity setiap warga.

Hal itu dilakukan demi memutus mata rantai penularan virus COVID-19. Vaksinasi massal dilakukan oleh BUMN di beberapa tempat.

"Lokasi pelaksanaan vaksinasi massal terus diperbanyak," kata Siti Nadia, Rabu 17 Maret 2021

Kementerian Kesehatan menyadari, upaya mempercepat vaksinasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin Covid-19, tetapi juga vaksinator.

Karena itu, pemerintah terus menambah jumlah tenaga vaksinator, bekerja sama dengan asosiasi klinik swasta hingga fasilitas pelayanan kesehatan milik kementerian dan lembaga.

Selanjutnya, pemerintah berharap masyarakat yang menerima vaksin bisa terus meningkat, di atas 500 ribu orang per hari.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, untuk mencapai kekebalan kelompok tergantung pada beberapa faktor, seperti jumlah pasien yang telah disuntik dan efikasi vaksin Covid-19. Juga terkait lama kekebalan tubuh setelah disuntik vaksin Covid-19.

“Proteksinya panjang. Padahal saat ini kita menghadapi tantangan baru dengan adanya mutasi-mutasi itu, sehingga harus berlomba (kecepatan vaksinasi versus mutasi virus),” ucapnya.

Ia berharap Indonesia dapat segera mencapai herd immunity sebelum varian baru B117 dominan.

“Masih merupakan populasi kecil dari virus yang ditemukan. Tetapi bukan tidak mungkin akan bertambah banyak. Jadi kita berlomba untuk bisa memutuskan rantai penularan saat ini. Kita harus sesegera mungkin mencapai herd immunity,” tutur Amin.

Sedangkan anggota Komisi IX DPR Adang Sudrajat mengatakan, banyak hal yang harus diperbaiki untuk mewujudkan herd immunity. Di antaranya mengupayakan perluasan vaksinasi kepada masyarakat.

Selain itu, dia mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan golongan usia produktif mendapatkan vaksinasi. Apalagi mereka yang berusia produktif sangat mobile. Dengan menjadi prioritas, diharapkan bisa mengurangi penularan Covid-19.