Pemerintah perlu perhatikan distribusi logistik Natal-Tahun Baru

Faisal Yunianto

Kementerian Perhubungan diminta untuk memperhatikan permasalahan arus distribusi logistik pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Saat-saat seperti ini (jelang Natal dan Tahun Baru), kita juga mesti berbicara dan menjamin kelancaran arus lalu lintas barang dan logistik, terutama sembilan bahan pokok dan bahan-bahan kebutuhan lainnya," kata Anggota Komisi V DPR RI Ansar Ahmad dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, distribusi logistik perlu benar-benar diperhatikan karena biasanya bila tidak berjalan lancar maka akan memicu inflasi di berbagai daerah.

Apalagi, politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan bahwa program seperti Tol Laut masih belum berjalan dengan efektif sebagaimana yang diharapkan sebelumnya.

"Itu seharusnya terus dievaluasi dan kita harus bisa menjamin arus logisitik sembako berjalan lancar," ujar Ansar.

Baca juga: Perpanjangan dermaga Pelabuhan Bagendang lancarkan distribusi logistik

Ansar juga menyoroti mengenai fluktuasi harga tiket yang kerap melambung tinggi saat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ia menginginkan bahwa bila terjadi kenaikan karena sedang musim puncak liburan, maka diharapkan kenaikannya jangan sampai tidak terjangkau masyarakat.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik saat Natal dan Tahun Baru pada 2019 mencapai 16 juta jiwa dengan puncak arus mudik bakal terjadi pada 20-24 Desember 2019.

Budi Karya Sumadi menambahkan penggunaan transportasi darat diperkirakan mengalami kenaikan seiring bertambahnya ruas jalan tol, sementara transportasi udara mengalami penurunan.

Baca juga: Menhub : Bandara Dekai jadi penopang distribusi logistik Papua
Baca juga: Dirut HK: Tol Terpeka perlancar alur distribusi barang
Baca juga: Permudah distribusi barang, Pemerintah bangun tujuh terminal barang di perbatasan