Pemerintah perlu perhatikan khusus peternakan rakyat terkait PMK

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyatakan, pemerintah perlu betul-betul memperhatikan secara khusus peternakan rakyat dalam mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda di sejumlah daerah.

"Saya minta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada usaha peternakan rakyat agar tidak terganggu dan tidak dirugikan dengan masuknya wabah PMK di Tanah Air," kata Johan Rosihan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, penanganan wabah PMK ini secara holistik harus tepat, sehingga pemerintah diharapkan jangan gegabah dengan menutup semua jalur lalu lintas ternak apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha di mana distribusi hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing akan meningkat drastis untuk kebutuhan kurban.

Johan mengingatkan pemerintah bahwa masih banyak daerah sentra produksi ternak terutama sapi dan kerbau dalam kondisi sehat yang perlu didistribusikan terutama ke Pulau Jawa, apalagi Pulau Jawa dinilai tetap menjadi pasar potensial bagi peternak terutama menghadapi Idul Adha tahun ini.

“Penutupan lalu lintas ternak akan memukul usaha peternakan dan pasti merugikan peternak maka hal ini harus diantisipasi dengan upaya lain yang lebih tepat untuk menangani wabah PMK sehingga tidak meluas dan peternak tetap terlindungi," ucap Johan.

Ia berharap pemerintah tidak hanya berpikir soal penanganan wabah PMK yang saat ini hanya bersifat lokal di daerah tertentu, tapi juga harus mulai menyiapkan strategi agar wabah ini tidak berdampak pada daerah lain yang masih sehat.

Terkait pengendalian wabah PMK, ia mengimbau pula kepada segenap pemangku kepentingan harus saling peduli dan jika menjumpai gejala-gejala penyakit menular pada hewan ternak agar segera menghubungi dokter hewan dan atau petugas kesehatan hewan yang berwenang sehingga hewan yang terpapar dapat segera diisolasi.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya menyiapkan tiga langkah dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan mulai dari penanganan darurat hingga permanen.

"Kami menyiapkan agenda SOS, seperti melakukan pemusnahan terbatas ternak yang terkonfirmasi positif PMK, pemberlakuan lockdown zona wabah pada tingkat kecamatan/Kabupaten di setiap wilayah, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait SOP Pencegahan dan pengendalian PMK," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Mentan mengatakan langkah selanjutnya adalah agenda temporer yaitu dengan pengadaan vaksin, melakukan vaksinasi darurat, dan pembatasan lalu lintas hewan serta produk hewan.

Agenda ketiga, lanjut Mentan, yaitu agenda permanen melalui pembuatan vaksin oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), vaksinasi massal dan surveilans secara rutin.

Baca juga: Legislator: Pemerintah segera atasi PMK agar peternak tidak rugi
Baca juga: Antisipasi kuku-mulut, Kediri perketat lalu lintas penjualan hewan
Baca juga: Mentan siapkan agenda SOS atasi wabah penyakit mulut-kuku pada hewan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel