Pemerintah Perluas Kerja Sama Riset dan Inovasi Expo dengan Thailand dan Prancis

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memperluas jangkauan kerja sama dalam menyelenggarakan Indonesia Research and Inovation (InaRI) Expo dengan berbagai negara lain. Langkah ini jadi tindak lanjut gelaran pameran riset dan inovasi yang digelar tahun ini.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, tahun ini jadi kesempatan baik dengan menggandeng ASEAN Sekretariat dan Pemerintah India. Dia membuka kesempatan untuk menindaklanjuti dengan berbagai negara lain, seperti Thailand dan Prancis.

"Tahun ini memang kebetulan kita banyak didukung kerja sama dengan teman-teman dari India, tapi tahun-tahun berikutnya memang, jadi kita tidak membatasi diri ya. Tapi kita juga membuka kesempatan kerja sama dengan banyak negara, apakah itu, Prancis, Thailand, dan sebagainya. Itu karena setiap negara punya kelebihan masing-masing," kata dia dalam konferensi pers InaRI, di Inovation Convention Center, Cibinong Science Center, Kabupaten Bogor, Kamis (27/10).

Khusus dengan India, Handoko menuturkan telah banyak kerja sama yang dibangun oleh BRIN. Salah satunya dalam pengembangan satelit indra jauh. Ke depannya, dia ingin membangun kerja sama dalam pemanfaatan bio engineering dan bio technology. Misalnya dalam pengembangan vaksin dan berbagai obat yang bersumber dari kekayaan sumber daya hayati di Indonesia.

"Tentu itu tak hanya dengan India tapi berbagai negara lain," ungkapnya.

Target 300 Perjanjian Bisnis

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyebut target perjanjian bisnis pasca menghelat Indonesia Research and Inovation (InaRI) Expo 2023 sebanyak 300 perjanjian bisnis.

Jumlah itu menurutnya masih bisa tercapai. Sebab, rata-rata perjanjian bisnis antara BRIN dan pelaku usaha masih berkisar di 100-200 kesepakatan bisnis per tahunnya. Pada konteks ini, perjanjian bisnis yang dimaksud merujuk pada penyediaan lisensi bagi pelaku usaha.

"Kalau jumlah, kita bicara perjanjian bisnis tak hanya pada saat selama InaRI, setiap tahun itu kita menargetkan setidaknya ada 100-200 perjanjian lisensi dengan pelaku usaha, itu masih kecil sebenarnya, kita ingin lebih banyak lagi, selama ini sekitar itu," katanya.

"Jadi kita berharap tahun depan mungkin mencapai 300 (perjanjian bisnis)," imbuhnya.

Dia mengisahkan selama ini sudah ada beberapa pelaku usaha yang telah menjalani kerja sama. Misalnya, terkait pemanfaatan infrastruktur yang dimiliki oleh BRIN. "Kita dukung pelaku usaha untuk bisa memanfaatkan infrastruktur yang ada di BRIN, dan di kawasan ini ada cukup banyak pelaku ushaa yang dalam tanpa petik kerja sama (menggunakan fasilitas) yang ada di BRIN, banyak startup juga ada," ungkapnya.

Dalam konteks kerja sama bisnis, lingkupnya tak hanya berorientasi pada jual-beli produk. Hal ini diungkap Sekretaris Departemen Sains dan Teknologi India, Srivari Chandrasekhar.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]