Pemerintah Pertimbangkan Usulan Pakar Cabut PPKM

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mendorong pemerintah tidak melakukan intervensi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab, saat ini kasus Covid-19 telah melandai.

Selain itu, antibodi Covid-19 masyarakat sudah naik. Khusus di Pulau Jawa dan Bali, antibodi Covid-19 naik dari Desember 2021 masih 93 persen, pada Maret 2022 menjadi 99,2 persen.

"Pengetatan kegiatan masyarakat seperti PPKM tidak perlu lagi sebagai pilihan intervensi," kata Pandu.

Menanggapi itu, Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan masukan Pandu Riono.

"Tentunya masukan dari Pak Pandu akan kita bahas lebih lanjut bagaimana peranan kebijakan PPKM ini ke depan seperti apa," katanya, Rabu (20/4).

Nadia menjelaskan, PPKM memuat sejumlah indikator pengendalian Covid-19. Melalui PPKM, pemerintah pusat bisa melihat kinerja pemerintah daerah terkait respons dan kapasitas penanganan.

"Selain itu, kalau kita melihat cakupan vaksinasi itu masih menjadi salah satu yang kita ikutkan dalam indikator PPKM," tandasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel