Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Jalan di 2013  

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Tempo
    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    TEMPO.CO, Surakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah menolak permintaan perpanjangan kontrak dari pengelola sebelumnya, Total E&P Indonesie dari Perancis. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan pemerintah akan menggunakan anggaran pembangunan infrastruktur di 2013 fokus pada pembangunan jalan.

Menurut dia, anggaran pembangunan jalan tersebut dialokasikan hingga 50 persen dari total anggaran dalam APBN yang diperoleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

»Anggaran untuk tahun 2013, Kementerian Pekerjaan Umum akan mendapat Rp 69 triliun, dan Rp 34 triliun dialokasikan untuk jalan,” katanya di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2013.

Menurut Djoko, anggaran pembangunan jalan itu akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan raya.

Adapun Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Sumber Daya Air akan mendapatkan alokasi masing-masing 25 persen dari total anggaran. »Ya, masing-masing (direktorat jenderal) agak kurang sedikitlah karena kan ada untuk operasional juga,” katanya.

Menteri Djoko mengatakan salah satu prioritas dalam pembangunan jalan itu adalah melebarkan jalan-jalan nasional. Jalan nasional sepanjang 38 ribu kilometer akan dilebarkan hingga memiliki empat lajur untuk setiap ruasnya.

»Jadi kami programkan jalan nasional punya empat lajur, yang lebarnya 7 meter,” kata Menteri Djoko.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan anggaran 50 persen dari Kementerian PU akan digunakan untuk perawatan jalan nasional. Jalan sepanjang 38 ribu kilometer itu disebutnya akan dirawat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan tersebut. »Kalau jalan yang berusia empat tahun mungkin akan dilakukan perawatan rutin, tapi kalau yang berusia delapan tahun mungkin perlu direkonstruksi,” katanya.

Djoko Murjanto mengatakan pemerintah tidak menentukan prioritas jalan mana yang akan dijadikan fokus perawatan. Menurut dia, pemerintah akan melakukan perawatan jalan nasional yang menjadi koridor utama perekonomian. »Kalau koridor utama itu jalur Pantai Utara Jawa, jalur Lintas Timur Sumatera, Lintas Selatan Kalimantan, Lintas Barat Sulawesi, Lintas Maluku, 12 ruas di Papua, dan jalur Nusa Tenggara,” kata Djoko.

Untuk anggaran belanja 2012, Djoko mengakui serapan anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga tidak sesuai dengan target hingga Lebaran. »Target kami 45 persen meleset, tapi setelah Lebaran akan segera kami genjot karena sebagian besar pengerjaan proyeknya tinggal pengaspalan,” ujarnya.

DIMAS SIREGAR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...