Pemerintah proyeksikan nilai pasar bioavtur J2.4 capai Rp1,1 triliun

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai pasar bahan bakar nabati untuk pesawat terbang bioavtur J2.4 mencapai Rp1,1 triliun.

"Pangsa pasar J2.4 diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun dan tentu dengan kebijakan pemerintah yang sudah memberikan super deduction tax, maka kegiatan-kegiatan ini bisa mendapatkan inovasi tax terhadap korporasi yang mensponsori," kata Airlangga di sela seremoni keberhasilan uji coba bioavtur untuk pesawat yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Produk bioavtur J2.4 yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) mengandung bahan bakar nabati dari minyak inti kelapa sawit sebanyak 2,4 persen melalui teknologi katalis. Bahan bakar ini baru saja diuji coba pesawat CN235 yang melakukan penerbangan dari Bandung menuju Jakarta.

Pemerintah mendorong penggunaan bahan bakar nabati pada pesawat terbang untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan transportasi udara. Selain itu, pengembangan bioavtur juga menjadi upaya pemerintah dalam memanfaatkan potensi kelapa sawit lokal.

Airlangga mengungkapkan Indonesia adalah negara terbesar yang menguasai 55 persen pasar sawit dunia. Apabila dibandingkan komoditas pesaing lain, kelapa sawit lebih efisien dan produktivitas lebih tinggi.

Menurut dia, perbandingan 1 ton minyak sawit hanya membutuhkan 0,3 hektare lahan, sedangkan minyak rapeseed membutuhkan 1,3 hektare lahan, minyak bunga matahari membutuhkan 1,5 hektare lahan, dan minyak kacang kedelai memerlukan 2,2 hektare lahan.

Saat ini, harga minyak sawit mentah masuk dalam supercycle komoditas di bersama dengan crumb rubber, nikel, copper, batu bara dan berbagai komoditas lain yang menyentuh angka 1.200 dolar AS per ton, sehingga memberikan nilai tukar petani Rp1.800 hingg Rp2.200 tandan buah segar per kilogram.

"Ini juga merupakan harga tertinggi, sehingga pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan Kalimantan tercermin pertumbuhannya sudah positif," kata Airlangga.

Selain itu, kelapa sawit juga berkontribusi untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam bentuk penciptaan lapangan kerja hingga 16 juta tenaga kerja bergantung pada sektor ini.

Komoditas kelapa sawit juga berkontribusi 15,6 persen terhadap ekspor dan juga sebagai sumber energi bersih serta terbarukan.

Kebijakan B30 telah berkontribusi dalam penurunan gas rumah kaca sebesar 23,3 juta ton karbon dioksida pada 2020, sekaligus mengurangi impor solar atau penghematan devisa dengan implementasi B30 sebanyak 8 miliar dolar AS.

Airlangga mengatakan pemerintah terus mendorong program B30 dengan target 9,2 juta kiloliter pada tahun ini, serta target pencapaian bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

"Kita patut bangga bahwa pagi ini kita bisa menyaksikan keberhasilan anak bangsa dalam pembuatan bioavtur atau J2.4 yang telah diuji terbangkan dengan pesawat CN235," katanya.

Baca juga: Menko Perekonomian minta kemitraan kelapa sawit diperkuat

Baca juga: Pesawat berbahan bakar bioavtur uji terbang di ketinggian 10.000 kaki

Baca juga: Pertamina kembangkan bahan bakar pesawat campuran minyak sawit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel