Pemerintah Pulangkan 3 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memulangkan 3 nelayan asal Provinsi Sumatera Utara yang ditangkap aparat Malaysia. Pemulangan ketiga nelayan tersebut merupakan upaya bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Daerah dalam pelindungan nelayan yang menghadapi proses hukum di luar negeri.

“Tiga orang nelayan ini berhasil dipulangkan pada Selasa 5 Oktober 2021 usai menjalani proses hukum di Malaysia dan melalui masa karantina selama 8 hari di Wisma Atlet Jakarta,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Minggu (10/10/2021).

Pemulangan ketiga nelayan ini berhasil dilakukan berkat koordinasi yang baik antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara serta Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat.

Dia pun mengapresiasi sebesar-besarnya terhadap sinergi yang dilakukan bersama jajaran Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Daerah, sehingga pemulangan ketiga nelayan Indonesia berhasil dilakukan.

Terus Dampingi Nelayan

Pemerintah memulangkan 3 nelayan asal Provinsi Sumatera Utara yang ditangkap aparat Malaysia. Dok KKP
Pemerintah memulangkan 3 nelayan asal Provinsi Sumatera Utara yang ditangkap aparat Malaysia. Dok KKP

Meski menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh para nelayan yang melintas batas, pihaknya menjamin bahwa KKP akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Ini termasuk Kementerian Luar Negeri untuk mendampingi kepada para nelayan yang menghadapi permasalahan hukum di negara lain.

“Kita tetap mematuhi aturan yang berlaku, nelayan yang kita kawal pemulangannya juga akan diberi edukasi supaya tidak lagi melanggar batas penangkapan ikan antar negara,” tegas Adin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel