Pemerintah Pusat dan Pemda Rapat Bahas Perpanjangan PPKM Jumat Malam Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, Pemerintah Pusat akan menggelar rapat korodinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk membahas kelanjutan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali. Hasil rapat tersebut nantinya akan dibawa ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera diputuskan.

"Pemerintah akan rapat dengan pimpinan daerah malam ini dan diharapkan kegiatan yang berskala mikro ini bisa segera untuk dioperasionalisasikan," kata dia dalam video congference di Jakarta, Jumat (6/2/2021).

Dia mengatakan, pada prinsipnya arahan presiden ingin agar kegiatan penanganan Covid-19 bisa lebih efektif. Sehingga ekonomi kuartal I-2021 bisa kembali menuju ke angka positif.

"Keseimbangan antara rem dan kenaikan angka pandemi dan pada saat sama mampu dorong agar perekonomian kita masuk jalur positif. Itu arahan presiden yang perlu diterjemahkan untuk kelanjutan daripada kegiatan penanganan covid-19," jelas dia

"Presiden minta supaya lebih mikro lagi, levelnya bukan di kabupaten kota tapi sampai kecamatan lurah desa RT RW," jelas dia

Airlangga menambahkan, beberapa daerah saat ini sudah mengalami penurunan angka kasus positifnya dalam seminggu terakhir. Diantaranya Jakarta dan Jawa Tengah.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

PPKM Tidak Efektif, Jokowi Minta 5 Gubernur Lakukan Hal Ini

Pesepeda beristirahat di sekitar terowongan Kendal, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali 14 hari kedepan, mulai 26 Januari-8 Februari 2021. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Pesepeda beristirahat di sekitar terowongan Kendal, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali 14 hari kedepan, mulai 26 Januari-8 Februari 2021. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan 5 pimpinan darerah membahas soal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang pada periode 11-25 Januari tak efektif menekan penyebaran Covid-19.

Pertemuan di Istana kepresidenan pada Rabu 3 Januari 2021 itu, Jokowi juga meminta agar dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro. Misalnya, tingkat RT dan RW agar efektif menekan laju penyebaran virus corona.

Adapun kepala daerah yang hadir yakni, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kemdian, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

"Kita ingin mempekuat kegiatan-kegiatan yang ada di lapangan. Sehingga, saya sampaikan pembatasan kegiatan masyarakat di level mikro, di level kampung, desa, RW, RT itu penting, kuncinya di situ," kata Jokowi dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).

Dia juga menginstruksikan agar proses testing, tracing, dan treatment pasien Covid-19 diperkuat. Jokowi ingin masyarakat yang terinfeksi virus Corona bisa segera diisolasi dan dilacak kontak terdekatnya.

"Kalau tes covid sudah dilakukan dan ketahuan segera dilacak, paling tidak 30 orang yang kontak dengan orang (yang positif) ini harus dilacak dan kalau sudah ketemu segera dilakukan isolasi. Itu yang saya tekankan," jelas Jokowi.

Minta Masyarakat Disiplin

Pesepeda melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (18/1/2021). Selain pengetatan PSBB, peningkatan volume lalu lintas pesepeda di Ibu Kota terjadi seiring Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pesepeda melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (18/1/2021). Selain pengetatan PSBB, peningkatan volume lalu lintas pesepeda di Ibu Kota terjadi seiring Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Disamping itu, Jokowi juga meminta kepala daerah untuk mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M. Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman.

"Jadi 2 itu tadi, lapangan diperkuat, kemudian 3T juga diperkuat lagi. Tapi juga jangan lupa mengingatkan 3M kepada masyarakat," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: