Pemerintah RI Alihkan Saham BMRI dan BBRI kepada INA Senilai Rp 45 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga pengelola investasi Indonesia Invesment Authority (INA) kini mengenggam saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan porsi masing-masing 8 persen dan 3,63 persen.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (27/12/2021), pemerintah RI mengalihkan 3.733.333.333 saham Bank Mandiri seri B dengan harga Rp 6.073 pada 23 Desember 2021. Harga itu berdasarkan keputusan Menteri Keuangan (KMK 515/2021). Dengan demikian, nilai transaksi tersebut Rp 22,67 triliun.

Pengalihan saham BMRI tersebut untuk memenuhi PP 74/2020 tentang lembaga pengelola investasi dan PP Nomor 111/2021 tentang penambahan penyertaan modal negara Republik Indonesia ke dalam modal lembaga pengelola investasi.

“Tujuan dari transaksi pemenuhan PP 74/2020 dan PP 111/2021. Status kepemilikan langsung,” tulis manajemen Bank Mandiri.

Setelah transaksi tersebut, INA memiliki 8 persen saham Bank Mandiri atau setara 3.733.333.333 saham.

Sementara itu, Pemerintah juga mengalihkan 5,49 miliar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau setara 3,63 persen. Harga pengalihan saham BBRI yakni Rp 4.061 per lembar saham, sehingga total transaksi yakni Rp 22,33 triliun.

Usai transaksi, Pemerintah RI memiliki 60,61 miliar saham BBRI atau setara 53,19 persen, dari sebelumnya sebanyak 86,11 miliar atau setara 56,82 persen. Dengan demikian, total pengalihan saham BMRI dan BBRI oleh pemerintah kepada INA mencapai Rp 45 triliun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham BMRI dan BBRI

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin, 27 Desember 2021, saham BMRI turun 0,35 persen ke posisi Rp 7.025 per saham. Saham BMRI dibuka stagnan Rp 7.050 per saham.

Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 7.100 dan terendah Rp 7.025 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.650 kali dengan volume perdagangan 67.667. Nilai transaksi Rp 47,6 miliar

Saham BBRI ditutup susut 0,25 persen ke posisi Rp 4.060 per saham. Saham BBRI dibuka stagnan Rp 4.070 per saham.

Saham BBRI berada di level tertinggi Rp 4.110 dan terendah Rp 4.060 per saham. Total frekuensi perdaganan 6.072 kali dengan volume perdagangan 446.484. Nilai transaksi Rp 182,5 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel