Pemerintah RI Dukung Program ASEAN dan PBB Terkait Isu Pelaut

·Bacaan 2 menit

VIVAKementerian Perhubungan menyatakan pemerintah Indonesia siap mendukung program ASEAN dan PBB terkait isu pelaut. Termasuk mendorong percepatan vaksinasi terhadap pelaut di Asean. Dorongan ini ditunjukkan dengan mendukung draf Resolusi terhadap Rekomendasi untuk Memprioritaskan Program Vaksinasi bagi Pelaut.

Dukungan terhadap program ini dikemukakan kementerian dalam pertemuan Intersessional Discussion on COVID-19 : Responses of ASEAN Member States to Seafarer’ Access to Crew Change, Repatriation, and National vaccination Programmes.

Pertemuan yang digelar secara virtual pada akhir Mei 2021 tersebut diikuti oleh sembilan negara ASEAN, 3 dialogue partners, yaitu FASA, Korea Selatan, dan China, serta ASEAN dan IMO sebagai badan agensi khusus PBB.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt. Hermanta menyampaikan bahwa Indonesia siap mendukung program-program ASEAN dan PBB terkait isu pelaut.

“Indonesia sepakat bahwa pelaut adalah pekerja kunci. Berawal dari Pernyataan Bersama pada pertemuan The International Maritime Virtual Summit on Crew Changes tanggal 9 Juli 2020, Indonesia mengakui pentingnya peran pelaut sebagai tulang punggung perekonomian,” ujar Hermanta dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.

Baca juga: Wow! Abdee Slank Diangkat Jadi Komisaris Telkom

Pada kesempatan tersebut Indonesia juga memaparkan tentang program vaksinasi nasional bagi pelaut, termasuk berbagai regulasi nasional tentang vaksinasi COVID-19 mulai dari peraturan di tingkat Presiden dan Menteri hingga Petunjuk Teknis Keputusan Dirjen Perhubungan Laut.

“Di Indonesia, vaksinasi pelaut menjadi perhatian khusus Kementerian Perhubungan. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Coovid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi untuk pelaut, termasuk program vaksinasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata dia.

Dia menceritakan, pelaksanaan vaksinasi pelaut sudah dimulai lebih awal di Bali. Gubernur Bali pun menurutnya telah mengimbau para pelaut Bali untuk mendaftar ke Pemerintah atau melalui serikat pelaut Indonesia secara gratis untuk dimasukkan ke dalam daftar vaksin prioritas dari total target sebanyak 15.000 pelaut pada akhir 2021.

Adapun hingga 6 Mei 2021, sebanyak 8.123 vaksinasi telah diberikan di mana total 1.487 orang sudah mendapatkan suntikan dosis kedua sehingga pelaut yang mengikuti program pertama sudah divaksinasi lengkap. Program ini pun masih berjalan menyesuaikan kebutuhan para pelaut.

Selain terkait program vaksinasi, Hermanta menyatakan, Indonesia juga telah memfasilitasi pergantian awak kapal dan repatriasi pemulangan pelaut sejak 24 April 2020. Hingga saat ini, Indonesia telah memfasilitasi crew change sebanyak 6.563 pelaut, dan memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 57.142 orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel