Pemerintah RI Inbreng Saham BMRI dan BBRI kepada INA Senilai Rp 45 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah RI selaku pemegang saham mayoritas PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalihkan 3,37 miliar saham kepada Indonesia Investment Authority (INA).

Sesuai POJK 11/2017 dan akta inbreng, Perseroan telah menerima kuasa untuk melakukan pelaporan perubahan kepemilikan saham PT Bank Mandiri Tbk oleh pemegang saham mayoritas Perseroan, dalam hal ini Pemerintah RI dan INA.

Setelah transaksi, Pemerintah RI kini memegang 24,27 miliar saham BMRI Seri B atau setara 52 persen, dari sebelumnya sebanyak 27,99 miliar atau 60 persen.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), harga pengalihan per saham yakni Rp 6.073 per lembar saham. Harga tersebut berdasarkan KMK 515/2021, sehingga total transaksi yakni senilai Rp 22,67 triliun.

"Tanggal transaksi pada 23 Desember 2021 dengan tujuan pemenuhan PP 74/2020 dan PP 111/2021 dan status kepemilikan langsung,” demikian dikutip, Sabtu (24/12/2021).

Dengan pengalihan saham ini, Indonesia Investment Authority menjadi pemegang saham Bank Mandiri dengan porsi kepemilikan sebesar 8 persen.

Bersamaan dengan itu, Pemerintah juga mengalihkan 5,5 miliar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau setara 3,63 persen kepada INA.

Usai transaksi, Pemerintah RI genggam 60,61 miliar saham BBRI atau setara 53,19 persen, dari sebelumnya sebanyak 86,11 miliar atau setara 56,82 persen. Harga pengalihan saham BBRI yakni Rp 4.061 per lembar saham, sehingga total transaksi yakni Rp 22,33 triliun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham BMRI dan BBRI

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Desember 2021, saham BMRI turun tipis 0,35 persen ke posisi Rp 7.050 per saham. Saham BMRI dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 7.100 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 7.150 dan terendah Rp 6.950 per saham.

Total frekuensi perdagangan 4.259 kali dengan volume perdagangan 274.511. Nilai transaksi Rp 193,1 miliar

Saham BBRI melemah tipis 0,73 persen ke posisi Rp 4.070 per saham. Saham BBRI dibuka stagnan Rp 4.100 per saham.

Saham BBRI berada di level tertinggi Rp 4.120 dan terendah Rp 4.050 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.916. Total volume perdagangan 601.519. Nilai transaksi Rp 245,3 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel