Pemerintah Sebut Sektor Manufaktur RI Cepat Pulih Dibanding ASEAN

Dusep Malik, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah menyebut Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur atau Indeks Manufaktur Indonesia berada di level 52,2 atau lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 51,3. Hal itu menunjukkan pemulihan sektor industri di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mengakselerasi penerapan berbagai program pemulihan ekonomi nasional.

"Secara pribadi, saya sangat berterima kasih kepada para pelaku industri yang tetap optimis di masa sulit ini. Kami akan semaksimal mungkin menjaga tren positif ini,” kata Agus seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa 2 Februari 2021.

Tren positif itu, kata Agus, juga ditandai ekspansifnya sektor manufaktur dan menunjukkan geliat industri pengolahan non-migas di Tanah Air yang masih positif pada awal 2021. Selama empat bulan terakhir disebut, PMI manufaktur Indonesia terus melonjak, dan ini merupakan rekor.

Selain itu, peningkatan PMI manufaktur Indonesia pada Januari 2021 adalah yang tercepat selama 6,5 tahun terakhir dan terbesar sejak survei dimulai pada April 2011.

“Di tengah masa-masa sulit ini, kenaikan selama empat bulan berturut-turut ini, menunjukkan bahwa rebound-nya ekonomi Indonesia akan semakin cepat,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Ekonomi IHS Markit, Andrew Harker, menyampaikan sektor manufaktur Indonesia masih dalam jalur pemulihan pada awal 2021 dengan pertumbuhan output dan pesanan baru di antara yang terbaik dalam survei selama satu dekade ini.

“Tren ini memberikan dorongan kepercayaan lebih lanjut, yang paling tinggi dalam empat tahun pada awal tahun,” ujarnya.

Andrew menuturkan, riset lembaganya juga mengatakan kenaikan PMI manufaktur Indonesia pada Januari 2021 melampaui capaian PMI manufaktur Vietnam (51,3), kemudian Thailand (49,0), dan Malaysia (48,9).

Sementara itu, PMI manufaktur ASEAN pada awal tahun ini berada di level 51,4. Bahkan, PMI manufaktur China mengalami penurunan ke titik 51,3 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,9.

Kinerja gemilang dari sektor industri manufaktur di Indonesia, juga tampak pada kontribusinya paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Desember 2020, industri pengolahan mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar US$131,13 miliar atau naik 2,95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan capaian nilai US$131,13 miliar tersebut, sektor industri menyumbang dominan hingga 80,30 persen dari total nilai ekspor nasional yang mencapai US$163,30 miliar pada tahun 2020,” kata Agus Gumiwang.