Pemerintah Selandia Baru Ajak Warga Proaktif Melawan Hoaks Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengimbau, setiap warganya menghentikan penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait vaksin COVID-19.

Pemerintah Selandia Baru juga mendorong masyarakat mencari informasi dari sumber terpercaya untuk mencegah hoaks di media sosial.

Juru bicara kementerian mengatakan, hoaks dapat disebarkan melalui berbagai saluran yang berbeda termasuk media sosial, media tradisional (televisi, radio dan cetak), pamflet, poster, dan kotak surat.

Salah satu cara terbaik untuk menghentikan penyebaran informasi adalah dengan membagikan informasi dari sumber resmi seperti covid19.govt.nz, health.govt.nz, karawhiua.nz, atau penyedia layanan kesehatan.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah, dan kami mendorong orang untuk hanya pergi ke sumber tepercaya untuk mendapatkan informasi yang dapat dipercaya," kata juru bicara tersebut, dilansir dari stuff.co.nz, Rabu (12/1/2022).

Kementerian juga mendorong perusahaan media sosial untuk terus proaktif dalam membantu mencegah penyebaran informasi yang salah.

Warga juga bisa melapor jika menerima hoaks tentang vaksin dan COVID-19. Laporan bisa dilakukan melalui situs resmi badan keamanan siber pemerintah CERT NZ atau menelepon 0800 2378 69.

"Pendekatan kami berfokus pada penyediaan informasi andal yang tersedia sambil membangun dan memperkuat ketahanan terhadap informasi palsu. Kami mempublikasikan konten yang akurat, tepat waktu, dan andal secara konsisten untuk memastikan komunitas kami tahu bahwa kami adalah tempat untuk mencari informasi yang benar dan secara teratur memberi saran tentang cara mencari informasi yang akurat," kata juru bicara itu.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel