Pemerintah Siap Lelang 13 Proyek Senilai Rp 168,84 Triliun, Ini Rinciannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan 13 proyek kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) siap dilelang tahun ini dengan nilai investasi sebesar Rp 168,84 triliun.

“Proyek KPBU yang ready to offer di tahun 2021 yang sudah masuk daftar rencana KPBU ada 12 terkait dengan jalan dan jembatan. Dan satu dari sektor perumahan ada proyek rumah susun Cisaranten Bina Harapan,” kata Eko dalam RDP bersama Komisi V DPR, Rabu (31/3/2021).

Secara rinci Eko menyebutkan, 12 proyek jalan dan jembatan yang telah masuk dalam daftar rencana KPBU diantaranya, Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg, jembatan Batam-Bintan (masih dalam tahap review aspek teknis dan finansial), Jalan Tol Mamminasata, Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat, Jalan Tol Bogor- Serpong Via Parung.

Kemudian, jalan Tol Gilimanuk Mengwi (PQ), penggantian dan/atau duplikasi jembatan tipe Callender Hamilton (CH) di pulau Jawa (PQ), Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Semanan-Balaraja, Jalan Tol Semarang Harbour/Semarang-Kendal, Jalan Tol Cikunir-Karawaci Elevated, dan Jalan Tol JORR Elevated ruas Cikunir-Ulujami.

Dari 12 proyek yang direncanakan tersebut diestimasikan biaya investasinya senilai Rp 167,74 triliun, dengan total panjang 447,07 km.

Kemudian ditambah dengan usulan 1 proyek pembangunan Rusun Cisaranten Bina Harapan dengan output 2.738 unit dan estimasi biaya investasi sebesar Rp 1,1 triliun. Sehingga total ada 13 proyek dengan nilai estimasi biaya investasi mencapai Rp 168,84 triliun.

“Itu yang siap untuk ditawarkan di tahun 2021. Ini Artinya siap pelelangan,” katanya.

Disisi lain, Eko juga menyebut masih ada 13 proyek lagi yang sedang diusulkan untuk masuk ke skema KPBU. Proyek-proyek tersebut di antaranya Jalan Tol Cilacap - Yogyakarta, Tol Demak - Tuban, Tol Jember Lumajang, Tol Ngawi - Bojonegoro - Babat, Tol Jember - Situbondo, Tol Tulungagung - Kepanjen, dan Jembatan Muna – Buton, da SPAM Ir. H. Djuanda.

Demikian proyek KPBU lainnya masih dalam tahap penyiapan Tahun Anggaran (TA) 2021 atau kelayakan studi (Feasibility studies).

Jadwal Mundur, Lelang Proyek Jembatan Batam-Bintan Digelar Kuartal II 2021

Ilustrasi jembatan Batam-Bintan (Foto: Batamnews)
Ilustrasi jembatan Batam-Bintan (Foto: Batamnews)

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto, mengatakan terjadi pengunduran jadwal lelang proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha jembatan Batam-Bintan. Semula lelang direncanakan kuartal I tahun 2021, namun menjadi kuartal II.

“Untuk jembatan Batam-Bintan yang memang sudah lama menjadi isu nasional. Jadi penyiapan lelangnya ini akan berlangsung ini update terakhir itu akan di Q2 2021,” kata Eko dalam RDP bersama Komisi V DPR RI, Rabu (31/3/2021).

Untuk sekarang pihaknya masih dalam tahap review teknisi dan perubahan finansial. Dimana diasumsikan adanya perubahan dari rencana semula, misalnya ada permintaan penambahan jalur motor di Jembatan Batam-Bintan tersebut.

“Permintaan untuk penambahan jalur motor di jembatan itu yang nanti berimplikasi kepada investasi. Lalu kemudian penambahan lebar jembatan tol dulu 26 meter sekarang jadi 32 meter, karena harus ada jalur motor tadi itu antara lain harus dilihat kembali,” ujarnya.

Jika penambahan jalur motor tersebut ternyata secara ekonomi visible tapi finansial tidak visible, maka pihaknya akan menyiapkan untuk dukungan pemerintah, dan hal itu harus dibicarakan lagi dengan pihak lain.

“Kira-kira seperti itu ini yang membuat kemudian sedikit menggeser dari jadwal semula,” katanya.

Dengan demikian, Eko tidak menampik bahwa proyek jembatan Batam-Bintan yang menghubungkan dua pulau utama di Kepulauan Riau itu belum memasuki proses lelang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: