Pemerintah Siap Tambah Perdagangan Dunia US$ 1 T

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan Indonesia siap meningkatkan volume perdagangan dunia hingga US$ 1 triliun. Hal itu dikatakannya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, 23-27 Januari 2013 lalu.

Kepala Humas Humas Kementerian Perdagangan Arlinda Imbang Jaya menyatakan penambahan volume perdagangan dunia sebesar $ 1 triliun itu adalah kesempatan yang dapat diperoleh jika fasilitasi perdagangan (trade facilitation) dapat disepakati.

"Dalam suasana perekonomian global yang belum pasti ini, tambahan perdagangan sebesar US $ 1 triliun tersebut sangat berarti bagi dunia," kata Arlinda dalam surat elektronik yang diterima Tempo, Rabu 30 Januari 2013.

Menurut Arlinda, Indonesia siap mengangkat isu trade facilitation untuk disepakati bersama oleh para Menteri Perdagangan dan Ekonomi WTO dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO yang akan diselenggarakan di Bali bulan Desember 2013 mendatang.

Indonesia, kata Arlinda juga siap mengeliminasi hambatan birokrasi (red tape) dalam perdagangan internasional. Seperti diketahui, dalam pengurusan perijinan terkadang ditemui adanya pungutan liar, kemudian proses yang lama dan berbelit-belit.

Kementerian Perdagangan, misalnya telah berupaya mengeliminasi hambatan birokrasi dengan membuat sistem online dan satu pintu (Inatrade dan UPP). Selain itu, waktu pengurusan perijinan juga lebih mudah, transparan (ada sistem pelacakan) dan cepat (rata-rata dua hari selesai).

"Sistem online ini juga mencegah terjadinya pungutan liar oleh oknum tertentu karena dalam proses pembuatan perijinan tidak perlu adanya pertemuan/tatap muka antara pembuat dan pemberi ijin," kata Arlinda.

Selain hambatan birokrasi, kata Arlinda, masalah infrastruktur dan ketidakpastian dalam hukum juga dapat menghambat proses percepatan pertumbuhan ekonomi. "Oleh sebab itu, hal-hal tersebut harus disikapi," ujarnya.

PINGIT ARIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...