Pemerintah Siap Tambah Perdagangan Dunia US$ 1 T

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan Indonesia siap meningkatkan volume perdagangan dunia hingga US$ 1 triliun. Hal itu dikatakannya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, 23-27 Januari 2013 lalu.

Kepala Humas Humas Kementerian Perdagangan Arlinda Imbang Jaya menyatakan penambahan volume perdagangan dunia sebesar $ 1 triliun itu adalah kesempatan yang dapat diperoleh jika fasilitasi perdagangan (trade facilitation) dapat disepakati.

"Dalam suasana perekonomian global yang belum pasti ini, tambahan perdagangan sebesar US $ 1 triliun tersebut sangat berarti bagi dunia," kata Arlinda dalam surat elektronik yang diterima Tempo, Rabu 30 Januari 2013.

Menurut Arlinda, Indonesia siap mengangkat isu trade facilitation untuk disepakati bersama oleh para Menteri Perdagangan dan Ekonomi WTO dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO yang akan diselenggarakan di Bali bulan Desember 2013 mendatang.

Indonesia, kata Arlinda juga siap mengeliminasi hambatan birokrasi (red tape) dalam perdagangan internasional. Seperti diketahui, dalam pengurusan perijinan terkadang ditemui adanya pungutan liar, kemudian proses yang lama dan berbelit-belit.

Kementerian Perdagangan, misalnya telah berupaya mengeliminasi hambatan birokrasi dengan membuat sistem online dan satu pintu (Inatrade dan UPP). Selain itu, waktu pengurusan perijinan juga lebih mudah, transparan (ada sistem pelacakan) dan cepat (rata-rata dua hari selesai).

"Sistem online ini juga mencegah terjadinya pungutan liar oleh oknum tertentu karena dalam proses pembuatan perijinan tidak perlu adanya pertemuan/tatap muka antara pembuat dan pemberi ijin," kata Arlinda.

Selain hambatan birokrasi, kata Arlinda, masalah infrastruktur dan ketidakpastian dalam hukum juga dapat menghambat proses percepatan pertumbuhan ekonomi. "Oleh sebab itu, hal-hal tersebut harus disikapi," ujarnya.

PINGIT ARIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...