Pemerintah Siapkan 10 Ribu UMKM Aktif Jualan Online di Marketplace

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan program 10.000 UMKM untuk active selling di marketplace. Hal ini didukung oleh pembangunan infrastruktur jaringan internet di seluruh daerah Indonesia.

Selain menyasar UMKM, pemerintah juga akan memberikan 100.000 beasiswa sertifikasi dan keterampilan melalui Digital Talent Scholarship, membangun 4.200 BTS di daerah 3T sepanjang 2021 dan program 10.000 start up digital.

Hal ini dilakukan di tengah transformasi digital yang berjalan dengan cepat dalam di tengah upaya inklusi digital, maka pemerintah terus membangun konektivitas melalui pembangunan infrastruktur jaringan.

Di tengah percepatan pembangunan jaringan internet tersebut, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto mengingat masyarakat pentingnya literasi digital.

Ia mengingatkan agar warganet mewaspadai kejahatan siber, peningkatan hoaks, infodemik hingga pencurian data pribadi. Menurutnya, warganet harus tahu bagaimana menyaring berita yang benar di sosial media.

“Kita perlu cerdas menghadapi informasi yang tidak jelas, termasuk cara fact checking dan pencegahan munculnya kejahatan siber. Oleh karenanya penting sekali digital literacy, bagaimana mengetahui risiko aktivitas online dan bagaimana menjalankan komunikasi digital yang aman,” ujar Henry dikutip Sabtu (20/3/2021).

Sementara, Tenaga Ahli Kemkominfo Lathifa Al Anshori menjelaskan konektivitas yang merata merupakan salah satu syarat Indonesia Merdeka Sinyal. Namun senada dengan Henry, ia mengatakan belum semua anak muda di Indonesia terliterasi dengan baik dan mendapatkan akses internet yang memadai.

“Belum semua anak muda di Indonesia dapat menggunakan internet dengan mudah. Terutama mereka kelompok yang termarginalkan dan kelompok rentan. Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat Indonesia bisa masuk ke dalam dunia digital,” ujar Lathifa.

Lathifa menambahkan, peran generasi Z dan milenial, peduli dan bergerak memperjuangan inklusi di segala lini digitalisasi.

“Pemerintah terus berupaya membuka ruang bagi kelompok rentan agar dapat mengembangkan diri dan mendapat manfaat dari transformasi digital yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, praktisi media digital mengaku merasakan kemajuan transformasi digital di Indonesia telah memudahkan banyak sektor kehidupan. Tiga sektor kehidupan menurutnya yang paling terdampak atas kemajuan transformasi digital.

“Berbagai kemudahan sudah kita dapatkan karena transformasi digital. Dampak positif transformasi digital, di sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan,” ujar Head of External Affairs Semester Antara Verel Armantya.

Cara BUMN dan Pengusaha Bantu UMKM Perikanan

Pedagang menata ikan di Pelelangan ikan Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama semester I-2019 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai Rp40 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang menata ikan di Pelelangan ikan Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama semester I-2019 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai Rp40 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) bersepakat membantu pertumbuhan ekonomi melalui UMKM perikanan. Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman di kantor pusat Perum Perindo.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Topobroto dan Ketua Umum Hipmikimdo Laurensius Manurung, serta disaksikan jajaran direksi Perindo dan seluruh DPD-DPC Hipmikimdo di Indonesia.

Fatah Setiawan Topobroto mengatakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus menjadi garda terdepan untuk memajukan perikanan.

"Perum Perindo siap bahu-membahu dan bekerjasama dengan UMKM di bawah naungan Hipmikimdo," kata Fatah dikutip dari keterangannya, Jumat (19/3/2021).

Kuncinya, lanjut Fatah, UMKM tidak boleh tertinggal dan harus "go digital" . UMKM tidak boleh lagi gaptek.

Menurut dia, mitra Perum Perindo seperti nelayan, petambak dan suplier sudah menerapkan digitalisasi yang paling mudah yakni transaksi nontunai atau cashless. Hal ini juga sejalan dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi transaksi tunai.

Selain itu, di bidang perikanan sudah ada aplikasi digital FishOn, yang sebelumnya Perindo sudah bekerja sama untuk optimalkan serapan ikan nelayan.

Aplikasi tersebut dapat membantu nelayan mengakses GPS yang menunjukkan lokasi dengan ikan terbanyak. FishOn juga dapat mengakomodasi lelang secara online.

Adapun peran Perum Perindo sebagai off taker yang bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: