Pemerintah Siapkan 66 SPKLU untuk Tamu Delegasi KTT G20

Merdeka.com - Merdeka.com - Jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16, infrastruktur untuk kendaraan listrik telah rampung. Staf ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priaadi menyampaikan, pemerintah telah menyediakan 66 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk tamu delegasi.

SPKLU yang disediakan memiliki daya ultra fast charging, dan fast charging. Keunggulan SPKLU ultra fast charging yaitu mampu mengisi daya baterai pada mobil hanya dalam waktu tunggu 30 menit saja dari posisi 0 persen.

"SPKLU ultra fast charging disediakan untuk 636 kendaraan mobil delegasi dan pengamanan," ucap Yudo dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/11).

Yudo mengatakan, daya pada SPKLU ultra fast charging dan fast charging masing-masing 200 kilo watt (kW). Khusus untuk SPKLU ultra fast charging ditempatkan di dua lokasi yaitu Central Park ITDC dan Kempinski.

Petugas yang akan disiapkan untuk menopang aktivitas pengisian daya listrik di dua SPKLU khusus delegasi, sebanyak 74 orang. Selain SPKLU, Yudi mengatakan bahwa Indonesia juga menyediakan 200 home charging yang disediakan oleh PLN. Masing-masing daya pada home charging yaitu 7,4 kW. Lokasinya berada di 12 lokasi.

Jumlah petugas yang diturunkan untuk pengisian pada home charging, sebanyak 50 orang. Nantinya, ujar Yudi, home charging diperuntukan 590 kendaraan yang mencakup motor pengamanan dan Patwal dan mobil operasional lainnya.

Terakhir, ada satu daya SPKLU bus listrik yang tersedia 7 unit, masing-masing 120 KW. SPKLU disediakan oleh PT INKA sebanyak 4 unit dengan daya 120 kW, dan Pertamina sebanyak 3 unit yang tersebar di tiga lokasi; Terminal HOHO Pelindo, SPBU Pertamina Bandara, dan SPBU Pertamina Nusa Dua. "Jumlah petugas ada 12 orang," ucapnya.

Setidaknya, ada 30 bus listrik yang disediakan pemerintah sebagai kendaraan umum akomodasi selama KTT G20. "Secara keseluruhan pembangunan dan kesiapan infrastruktur SPKLU telah selesai 100 persen dan siap operasional," tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama menyampaikan bahwa Indonesia menyediakan 1.172 kendaraan listrik. Jumlah tersebut mencakup 962 mobil listrik, 454 motor listrik, dan 26 bus listrik.

"Jadi jumlah keseluruhannya 962 kendaraan (mobil) listrik serta 454 motor listrik serta ada 26 bus listrik," ujar Setya saat melakukan konferensi pers virtual, Senin (7/11).

Setya mengatakan, dari jumlah mobil listrik yang disediakan, sebanyak 836 mobil merupakan endorse dari pihak swasta seperti Hyundai, Toyota, dan Wuling. Sementara sisanya, yaitu mobil yang dibeli pemerintah untuk kebutuhan TNI Polri.

"Jadi yang 836 (mobil listrik) adalah kerjasama antara Kementerian kami anggota Perencanaan Nasional dengan Hyundai Toyota dan Wuling ini endorse saja, jadi ini free tidak membayar sama sekali," imbuhnya. [azz]