Pemerintah Siapkan Kompensasi Terkait Kenaikan BBM

TEMPO.CO, Makassar- Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah menyiapkan program bagi rakyat miskin sebagai kompensasi dari rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. »Ada tiga kompensasi bagi rakyat miskin yang kami lakukan,” kata Agung Laksono saat mengunjungi Gudang Bulog Baru (GBB) Subdivre Makassar, Jalan Urip Sumuhardjo, Makassar, Sulawesi Selatan,  Sabtu 27 April.

Salah satunya adalah menambah jatah beras miskin (raskin) dari sebelumnya 12 bulan menjadi 16 bulan, bantuan siswa miskin (BSM), dan program keluarga harapan (PKH). Selain itu meningkatkan bantuan raskin kepada masyarakat dengan estimasi anggaran sebesar Rp16 triliun.

»Untuk BSM kami akan bantu mulai dari sekolah dasar (SD) sampai ke tingkat perguruan tinggi, tapi tetap ada kriteria dan salah satunya dengan jalur beasiswa. Sementara untuk PKH, diperuntukkan bagi keluarga yang mempunyai anak dan tingkat pendapatannya rendah. Inilah tugas dari BN3P dan BPS untuk melakukan pendataan,” katanya.

Agung menambahkan, tujuan pemerintah menyiapkan program tersebut, sebab dikhawatirkan ada dampak inflasi yang dapat berimbas pada rakyat kecil sebagai akibat dari kenaikan harga BBM bersubsidi. Selain itu, menghindari bertambahnya masyarakat miskin di Indonesia.

Pemerintah lanjut Agung akan memberikan kompensasi bagi rakyat dalam bentuk bantuan langsung tunai bersyarat. »Jadi program ini tidak dalam Bantuan Langsung Tunai (BLT), seperti yang diperuntukkan pada tahun sebelumnya, melainkan BLT bersyarat sesuai dengan pembagian klaster di masyarakat nantinya,” katanya.

Ia menyebut, implementasi BLT bersyarat tersebut antara lain program percepatan dan perluasan perlindungan sosial yang bertumpu pada program yang sudah ada selama ini, dan sejatinya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan.

"Kebijakan ini untuk rakyat sangat miskin, miskin maupun yang rentan miskin. Pemerintah fokus agar tidak terjadi yang rentan menjadi miskin dan yang miskin menjadi sangat miskin," katanya.

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

Topik Terhangat:

Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:

Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara

Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur

Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje

Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.