Pemerintah Siapkan Rp 73 Triliun untuk Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Biaya anggaran pengadaan vaksin hingga proses vaksinasi Covid-19 di tahun depan diprediksi mencapai Rp 73 triliun. Anggaran tersebut disiapkan pemerintah agar setidaknya 70 persen masyarakat di Indonesia menerima vaksinasi.

"Pemerintah menganggarkan untuk vaksinasi yang tentu dari pembahasan itu kisarannya antara Rp63 sampai Rp73 triliun yang untuk disiapkan vaksinasi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Kamis (24/12/2020).

Dia mengatakan jika pemberian vaksinasi Covid-19 agar masyarakat bisa mencapai immunity 70 persen.

Dengan vaksinasi Covid-19, masyarakat diharapkan bisa merasa aman dan tingkat kepercayaan menjadi lebih tinggi. Sehingga, masyarakat tidak lagi takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Sebab, dia memandang ekonomi akan tumbuh ketika ada aktivitas atau mobilitas dari masyarakat. Jika aktivitas tersebut tidak terjadi, maka pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terdorong.

"Karena ekonomi itu kaitannya dengan mobilitas. Saat mobilitas menurun tentu kegiatan ekonomi juga menurun tetapi pada saat mobilitas yang aman kegiatan ekonomi meningkat itulah yang didorong oleh pemerintah," jelas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Siap-Siap, Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Akhir Januari 2021

Petugas kesehatan mempersiapkan pemberian vaksin COVID-19 di Long Island Jewish Medical Center, New York, AS, 14 Desember 2020. AS mulai memberikan vaksin COVID-19 pertamanya pada Senin (14/12), dengan dosis pertama disuntikkan kepada para petugas kesehatan dan staf panti wreda. (Xinhua/Wang Ying)
Petugas kesehatan mempersiapkan pemberian vaksin COVID-19 di Long Island Jewish Medical Center, New York, AS, 14 Desember 2020. AS mulai memberikan vaksin COVID-19 pertamanya pada Senin (14/12), dengan dosis pertama disuntikkan kepada para petugas kesehatan dan staf panti wreda. (Xinhua/Wang Ying)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang sudah berhasil mendapatkan vaksin Covid-19.

Hal ini tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat agar bisa kembali beraktivitas normal. Airlangga menyebutkan, pemerintah Indonesia telah mengimpor 1,2 juta vaksin dalam bentuk jadi dari China. Kemudian pada Januari mendatang, akan hadir lagi 1,8 juta vaksin.

Sementara untuk Desember ini, Menko mengatakan akan ada 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. “Sehingga sesuai arahan Presiden, di Januari akhir nanti vaksinasi sudah bisa dilaksanakan," kata Menko dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Selasa (22/12/2020).

Rencananya, pada tahap awal vaksinasi, penerima vaksin akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan, pekerja di garda terdepan, Satpol PP, TNI, Polri, pedagang pasar, dan UMKM.

“Sehingga diharapkan rasa aman dan perekonomian akan bangkit lagi serta masyarakat akan mulai bergerak untuk meningkatkan daya beli,” kata Menko.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan, program vaksinasi Covid-19 secara gratis yang dimulai awal 2021 menjadi kunci pemulihan ekonomi di tahun depan. Sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terkait penanganan Covid-19.

"Adanya program vaksinasi ini, kami harapkan kepercayaan publik tentang penanganan Covid-19 muncul dan timbulkan rasa aman di masyarakat," jelas Jokowi.

Menurut dia, jika kepercayaan masyarakat meningkat, maka proses pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan lebih cepat dan dapat mengungkit konsumsi. Serta investasi yang diperkirakan juga akan meningkat seiring penerapan Undang-Undang Cipta Kerja.

Saksikan Video Ini