Pemerintah Siapkan Skema Sirkuit Ekonomi Sektor Pertanian, Seperti Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan pemerintah perlu mengintegrasikan semua program di kementerian dalam pengembangan sektor pertanian terutama pangan.

Konsolidasi yang dilakukan pun harus dua arah antara pemerintah dengan pelaku usaha yang dalam hal ini sektor pertanian.

"Kami sadari perlu adanya integrasi semua program yang ada di kementerian," kata Teten dalam acara Jakarta Food Security Summits-5 pada Sesi II: Memaksimalkan Potensi Pasar Domestik, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Saat ini pemerintah tengah mengembangkan sebuah koperasi di Demak, Jawa Tengah. Rencananya pada Januari 2021 akan dilakukan pembangunan R&d yang pembiayaannya melalui mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program ini juga sudah memiliki komitmen dengan salah satu bank himbara melalui koperasi. Pembiayaan ini akan diperkuat lewat BLU Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam hal ini Teten menyebut, koperasi petani ini akan membeli secara tunai produk petani. Lalu koperasi akan mencarikan pasar untuk menjual produk baik itu kepada BUMN maupun perusahaan swasta.

"Jadi petani punya kepastian, bayarnya tunai dan koperasi nanti yang berhubungan dengan market, apakah itu BUMN atau swasata atau dijual langsung ke konsumen," tutur Teten.

Skema ini diharapkan bisa menjadi sumber pembiayaan ke sektor pangan yang sekarang ini dianggap beresiko tinggi.

Pembiayaan sektor pangan kecil ini, di Jawa Tengah sudah melibatkan Jamkrida untuk melakukan penjaminan koperasi. Namun sayangnya Jamkrida di wilayah lain belum mau terlibat dalam pembiayaan ini.

Keberadaan Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Diharapkan petani hanya fokus pada proses produksi dan peningkatan produktivitasnya saja. Terkait pencarian pasar dan harga jual menjadi tanggung jawab koperasi.

Dalam hal ini, Teten mengatakan koperasi bisa melakukan proses pengolahan produk hasil pertanian sebelum dipasarkan. Sehingga koperasi juga bisa mendapatkan nilai tambah dari penjualan produk petani.

"Koperasi yang urus pengolahan dan memasarkan produk sehingga memungkinkan nantinya berjalan secara inklusif close, kami sebutnya sirkuit ekonomi," kata Teten.

Sebab, tambah Teten, tidak semua produk pertanian bisa diserap pasar. Maka, untuk mengantisipasinya perlu dilakukan proses pengolahan agar bisa terserap di pasar dan petani memiliki kepastian dalam menjual produknya.

"Ini sirkuit ekonomi sehingga petani bisa ambil keuntungan semua proses produksi, ini yang sedang kita coba," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Alfaqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video di bawah ini: