Pemerintah Tak Bersikap, Nasib Ratusan Pengungsi Rohingya di Aceh Terkatung-katung

Merdeka.com - Merdeka.com - Nasib pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh masih terkatung-katung. Pemerintah pusat maupun daerah hingga saat ini belum mengambil sikap akan menempatkan ke mana total 230 pengungsi tersebut.

Sejumlah pihak di Aceh mendesak pemerintah bersikap cepat, sebelum warga bertindak anarkistis dengan mengusir pengungsi Rohingya itu.

"Mereka sangat membutuhkan penanganan segera, tidak hanya dari sisi kebutuhan tempat tinggal, tapi juga kebutuhan untuk konsumsi dan perawatan kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak-anak," kata Nasrudin dari Yayasan Geutanyoe, salah satu lembaga yang fokus menangani pengungsi Rohingya di Aceh, Rabu (16/11).

Dia menyebut, saat ini 111 pengungsi Rohingya (sebelumnya ditulis 110) yang tiba kemarin, Selasa (15/11) telah ditempatkan ke aula kantor Kecamatan Muara Batu, usai warga merasa keberatan tak bisa beribadah lantaran keberadaan pengungsi di meunasah (mushala) setempat.

Gelombang Kedua Pengungsi Rohingnya

Sementara pengungsi gelombang kedua berjumlah 119 orang yang terdampar tadi pagi di pinggir laut Kecamatan Dewantara, masih berada di Desa Bluka Teubai.

Yayasan Geutanyoe sendiri, tutur Nasrudin, siap bekerja sama dengan pelbagai pihak terutama dengan pemerintah, dalam isu kemanusiaan terkait penanganan pengungsi Rohingya di Aceh tersebut.

"Kami siap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintah terkait dan berbagai pihak lainnya demi kelancaran dan maksimalnya pelayanan kemanusiaan dalam penanganan pengungsi luar negeri," tandasnya. [gil]