Pemerintah Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen di 2022

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5,4 - 6 persen. Hal ini sejalan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan lembaga-lembaga internasional lain yang memprediksi akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terjadi pada 2022.

"Sejalan dengan arah RKP (Rancangan Kerja Pemerintah) 2022 bahwa 2022 ini akan menjadi kunci untuk Indonesia pulih cepat dari pasca Covid-19. Sasaran pertumbuhan Indonesia pada 2022 adalah 5,4 - 6 persen," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 pada Kamis (29/4/2021).

Tema RKP 2022 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Fokus RKP ini mencakup industri, pariwisata, ketahanan pangan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), transformasi digital, pembangunan rendah karbon, reformasi perlindungan sosial, serta reformasi pendidikan dan keterampilan.

Pemulihan ekonomi harus didukung oleh reformasi struktural yang meliputi reformasi sistem kesehatan nasional, perlindungan sosial, pendidikan dan keterampilan. Selain itu, juga dilakukan dengan pemulihan daya beli dan diversifikasi ekonom.

"Pemulihan daya beli dan usah dilaksanakan melalui berbagai upaya penuntasan krisis kesehatan seperti vaksinasi dan penanganan kasus Covid-19," tutur Suharso.

Insentif Tetap Ada

Gedung bertingkat mendominasi kawasan ibu kota Jakarta pada Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gedung bertingkat mendominasi kawasan ibu kota Jakarta pada Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, katanya, pemerintah akan tetap memberikan bantuan untuk pemulihan dunia usaha termasuk insentif untuk di investasi, pariwisata dan industri, serta pemulihan UMKM untuk menjaga daya beli rumah tangga.

"Kita juga mempercepat pembangunan infrastruktur program padat karya, serta melakukan program khusus yang merupakan prioritas arahan presiden," tuturnya.

Mengenai diversifikasi ekonomi juga dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah, penguatan ketahanan pangan, pembangunan rendah karbon, dan peningkatan pemerataan infrastruktur dan kualitas layanan digital.

"Berbagai upaya ini dilakukan secara terpadu untuk menciptakan reformasi ekonomi yang inklusif," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: