Pemerintah Tarik Pinjaman Luar Negeri Rp39,4 Triliun

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah berencana untuk menarik pinjaman luar negeri untuk pembiayaan sejumlah kegiatan prioritas maupun proyek dalam RAPBN 2013 sebesar Rp39,4 triliun.

"Mengingat kebutuhan pembiayaan utang yang diperlukan melebihi kemampuan sumber pembiayaan dalam negeri, maka pemerintah memanfaatkan pinjaman luar negeri sebagai pelengkap pembiayaan pembangunan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam menjawab pertanyaan Komisi XI dalam rapat kerja di Jakarta, Senin.

Menkeu mengatakan pemilihan sumber pinjaman tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain pemberian ketentuan dan persyaratan menguntungkan pemerintah dan memanfaatkan keahlian dari pemberi pinjaman agar terjadi alih teknologi dan keahlian.

Kemudian, dia melanjutkan pemanfaatan pinjaman diprioritaskan untuk membiayai infrastruktur, seperti pembangkit tenaga listrik, jalan, jembatan dan pelabuhan serta pembiayaan tersebut untuk pengadaan barang yang belum dapat diproduksi dalam negeri seperti kebutuhan alutista TNI/Polri.

"Tentunya syarat pinjaman luar negeri tersebut tidak memiliki agenda politik," kata Menkeu.

Proyek yang akan dibiayai dengan pinjaman senilai Rp39,4 triliun tersebut antara lain kegiatan prioritas di Kementerian Lembaga Rp29,2 triliun, kegiatan hibah berkelanjutan kepada pemerintah daerah Rp3,2 triliun dan penerusan pinjaman kepada pemda maupun BUMN Rp6,9 triliun.

Sementara, kegiatan prioritas yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri tersebut diantaranya rehabilitasi pelabuhan Tanjung Priok, pembangunan jalur transportasi kereta api jalur ganda dan pengembangan transportasi publik Jakarta (MRT) oleh Jepang.

Kemudian, pembangunan infrastruktur oseanografi oleh pemerintah Perancis, pemberdayaan petani melalui pemanfaatan teknologi informasi yang dibiayai pinjaman Bank Dunia dan pembangunan jalan di kawasan Indonesia timur yang dibiayai pinjaman pemerintah Australia.

Serta, pembangunan waduk Jatigede yang dibiayai dari pinjaman pemerintah Australia, pembangunan waduk Citarum yang dibiayai Bank Pembangunan Asia (ADB) dan pembangunan pelabuhan Belawan yang dibiayai Bank Pembangunan Islam (IDB).

Menkeu mengatakan dari sisi status perjanjian pinjaman dari jumlah rencana penarikan tersebut, sebesar Rp20,4 triliun merupakan pinjaman untuk pembiayaan kegiatan tahun jamak yang perjanjiannya sudah ditandatangani dengan pemberi pinjaman dan telah efektif sampai Agustus 2012.

Sedangkan sisanya Rp18,97 triliun merupakan pinjaman baru yang terdiri atas pinjaman yang efektif setelah Agustus 2012 sebesar Rp15 triliun dan pinjaman yang sedang dalam proses negosiasi sebesar Rp3,9 triliun.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...