Pemerintah Tegaskan Tidak Mau Didikte Pedagang soal Impor

Mohammad Arief Hidayat, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan, pemerintah telah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama masyarakat, dan karenanya, pemerintah tidak mau didikte pedagang.

Untuk menjaga stabilitas harga saat menjelang, selama, dan setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2021 pemerintah telah beri izin impor 1 juta ton dan gula mentah 680 ribu ton.

"Kita ini punya strategi, tidak boleh pemerintah ini didikte oleh pedagang, tidak boleh pemerintah dipojokkan oleh pedagang," kata dia saat konferensi pers, Senin, 15 Maret 2021.

Oleh sebab itu, Lutfi menekankan, importasi merupakan salah satu strategi yang bisa dijadikan sebagai instrumen untuk mengendalikan harga. Importasi dipastikannya tidak akan menjatuhkan harga petani.

"Kita mesti mempunyai strateginya, dan strateginya itu selalu saya bilang ini bagian daripada strategi memastikan harga stabil. Bukan ingin menghancurkan harga petani, tidak," ujar Lutfi.

Lagi pula, dia menegaskan, seberapa pun kuota impor yang diizinkan pemerintah, tidak serta merta akan dilakukan oleh para importir. Contohnya, impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog.

"2018 itu pemerintah putuskan impor iron stock Bulog itu setidaknya 500 ribu ton. Tapi yang diimpor di 2018 nol karena ternyata penyerapan daripada petani itu tinggi dan tidak mengharuskan Bulog untuk impor," ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan BUMN yang dimiliki pemerintah juga kerap kali melakukan impor untuk tidak mempermainkan harga yang telah tercipta dari mekanisme pasar.

"Sebagai contoh harga gabah kering giling panen petani itu tidak diturunkan, kalau itu diturunkan harganya oleh Bulog, baru itu bagian dari penghancuran harga. Tapi itu stabil dari tahun ke tahun," katanya.

Lutfi meyakini, isu impor yang selama ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat merupakan hasil dari isu yang diembuskan oleh para spekulan atau pedagang yang ingin mengambil keuntungan lebih.

"Kita semua menjaga untuk stabilitas itu terkadang mengganggu beberapa spekulan pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan lebih dari biasanya. Itu boleh-boleh aja, itu strategi mereka," tutur Lutfi.