Pemerintah terbuka dengan berbagai inovasi dan subsektor "startup"

·Bacaan 2 menit

Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan bahwa pemerintah sangat terbuka akan berbagai inovasi, kreativitas dan bidang-bidang (subsektor) yang digeluti oleh para pelaku perusahaan rintisan (startup).

"Pemerintah tidak membedakan mau bisnis startup apa (yang akan diprioritaskan ke depan). Ada 17 subsektor untuk startup digital dan nondigital. Kebetulan kami di Kominfo memang fokusnya digital, namun, kami juga mendorong keseluruhan inovasi dan kreativitas itu," kata Bonifasius melalui diskusi media secara daring, Jumat.

Ada pun beberapa subsektor yang disebutkan oleh pria yang akrab disapa Boni tersebut, di antaranya adalah startup yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, maritim, pertanian, pariwisata, dan logistik.

"Tapi, secara keseluruhan, kami mendorong semua inisiatif teman-teman startup. Edukasi ini merupakan hal yang paling dibutuhkan, terutama di masa pandemi. Pun dengan kuliner, fesyen, yang secara online itu market yang luar biasa," ujar dia .

Baca juga: Indonesia sambut Program Literasi Digital Nasional

Baca juga: Kominfo siapkan program literasi digital terbaru

Boni menegaskan, pelaku startup nondigital juga bisa mengandalkan kementerian atau lembaga lain yang siap mendukung pertumbuhan perusahaannya.

"Yang nondigital pun didorong oleh kementerian lain seperti misalnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Jadi, jangan khawatir karena pemerintah sangat eager untuk mendorong usaha mandiri melalui startup," kata dia.

Lebih lanjut, Boni berpendapat bahwa perkembangan startup di Indonesia terbilang cukup mengesankan. Menurut laporan Startup Ranking, Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak per April 2021, dengan total sekira 2.200 perusahaan.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah melalui Kominfo membuat program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yang sudah eksis sejak tahun 2016 sebagai bentuk pergerakan baru di industri digital.

"Kami membuka program 1.000 Startup ini pada Juni mendatang, tolong dimonitor di laman 1000startupdigital.id. Sementara untuk (startup) yang levelnya lebih tinggi, bisa bergabung di Startup Studio Batch 3 pada Juli 2021," kata Boni.

Di sisi lain, kementerian lain seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga berencana menjadikan startup digital sebagai mata kuliah wajib, yang merupakan upaya mewujudkan Gerakan 1.000 Startup Nasional Kominfo.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kementerian Kominfo untuk mewujudkan rencana ini pada 2022.

Program ini akan dipersiapkan mulai tahun ini untuk memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut. Paris menyampaikan targetnya 100 ribu mahasiswa terlibat dalam pengembangan startup pada 2022.

Baca juga: Pernyataan Kominfo terkait dugaan kebocoran data 279 Juta WNI

Baca juga: Kominfo perluas inisiasi 48 Kota Cerdas di Indonesia

Baca juga: Kominfo tengah selidiki kebocoran data KTP yang viral di Twitter

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel