Pemerintah Terus Waspadai Potensi peningkatan Kasus Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melakukan evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali pada Senin ini. Beberapa indikator pandemi konsisten mengalami perbaikan dari minggu sebelumnya, namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, jumlah Kasus Aktif Covid-19 sebesar 9.018 kasus atau 0,2 persen dari total kasus, dan ini jauh lebih baik daripada rata-rata Global yang sebesar 7,4 persen per 14 November 2021.

Secara nasional, persentase Tingkat Kesembuhan (Recovery Rate/RR) adalah 96,41 persen, Tingkat Kematian (Case Fatality Rate/CFR) adalah 3,38 persen, dengan penurunan total kasus aktif adalah -97,59 persen.

Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021), namun masih di bawah 1,00 (terkendali).

“Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh Pemerintah,” kata Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11/2021).

Jika diperhatikan per pulau, Rt semua pulau sudah berada di bawah 1 atau terkendali. Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir ini. Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95.

Sedangkan Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan, yang turun adalah Rt Maluku dari 1,01 menjadi 1,00.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perkembangan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech yang disampaikan pada webinar Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Kamis (29/10/2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech yang disampaikan pada webinar Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Kamis (29/10/2021).

Airlangga melanjutkan, realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan 12 November 2021 mencapai Rp 483,91 triliun atau 65 persen dari pagu Rp 744,77 triliun.

Untuk Realisasi Klaster Kesehatan sebesar Rp 129,30 triliun atau 60,1 persen. Realisasi Klaster perlindugan sosial sebesar Rp 139,04 triliun atau 74,5 persen. Realisasi Klaster Program Prioritas sebesar Rp 74,39 triliun atau 63,1 persen.

Realisasi Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp78,73 triliun atau 48, persen. Untuk realisasi Klaster Insentif Usaha sebesar Rp 62,47 triliun atau 99,4 persen.

Realisasi Klaster Kesehatan yang sebesar Rp 129,30 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 68,7 persen atau Rp 3,09 triliun. Sedangkan Therapeutic atau Insentif dan Santunan Nakes sebesar Rp 14,47 triliun atau 76,4 persen dan Vaksinasi baik untuk Pengadaan dan Pelaksanaan sebesar 46,1 persen atau Rp 26,6 triliun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel