Pemerintah Tetapkan Harga Beli Kedelai

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan akhirnya resmi menetapkan harga beli petani (HBP) untuk kedelai sebesar Rp 7.000 per kilogram dan harga jual pemerintah (HJP) untuk kedelai sebesar Rp 7.450 per kilogram. "Berlaku saat musim panen, mulai 1 Juli nanti," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina, Rabu 19 Juni 2013.

Harga-harga tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan nomor 26/2013 yang ditandatangani oleh Gita Wirjawan tanggal 13 Juni lalu. Srie menyatakan, penetapan harga beli petani didasarkan pada biaya produksi kedelai oleh petani itu sendiri. 

Dia menjelaskan, sekitar 90 persen produktivitas kedelai secara nasional adalah 1,4 ton per hektare. Kemudian sebanyak 10 persen memiliki produktivitas kedelai sebanyak 1,8 ton sampai 2 ton per hektare. Dengan hasil tersebut didapatkan biaya produksi kedelai sebesar Rp 5.300 sampai Rp 5.600 per kg. "Dengan memperhitungkan keuntungan yang sekitar 25-30 persen sebagai insentif petani, maka ditetapkan harga belinya segitu.”

Sementara, harga jual untuk perajin ditetapkan sebesar Rp 7.450 per kilogram dengan memperhitungkan keuntungan untuk Perum Bulog, koperasi dan swasta sebegai peserta program stabilitas harga kedelai serta daya beli perajin tahu tempe itu sendiri.

Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia Sutaryo menyambut baik keputusan harga-harga oleh pemerintah itu. Menurut dia, tak masalah membeli kedelai seharga Rp 7.450 per kilogram, asal pasokan stabil. "Selama ini fluktuasinya parah, perubahan harga jam-jaman, bukan lagi harian,” ujarnya.

Dengan kebutuhan mencapai 1,83 juta ton, maka perubahan harga itu diakuinya sangat terasa. Apalagi, perajin tahu tempe didonimasi oleh pengusaha kecil. »Kalau tempe gampang irisannya bisa dikecilin, tahu lebih sulit soalnya pakai cetakan.”

PINGIT ARIA

Terhangat: EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah

Baca Juga:

Mereka Tertolong dengan KJS ala Jokowi-Ahok

Eddies Adelia Kaget Ully Artha Telah Mualaf

Nazaruddin 'Paksa' Kurir Jadi Dirut

Radja Nainggolan: Saya Bukan Tentara Bayaran!

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...