Pemerintah Tidak Pernah Halangi Penyelesaian Kasus Munir

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah tidak pernah menghalangi penyelesaian kasus kematian aktivis Hak Asasi Manusia Munir dan terus mendukung upaya penuntasan kasus tersebut.

"Pemerintah Presiden Yudhoyono sejak awal hingga saat ini peduli dengan penegakan HAM dan hukum. Kita memastikan tidak adanya kasus pelanggaran HAM sistematis dan berat hingga saat ini," kata Julian kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Rabu siang.

Julian mengatakan bila ada pandangan bahwa Pemerintah melakukan pembiaran terhadap penyelesaian kasus kematian Munir maka pendapat itu menurutnya tidak tepat.

"Saya kira tidak relevan bila dipertanyakan kembali, proses penyelidikan dilakukan terus. Sepenuhnya dalam koridor hukum dan penegakan hukum, Pemerintah tidak intervensi dan menghalangi (proses itu-red)," kata Julian.

Pada 6 September 2011 Amnesti Internasional mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Basrief Arief yang menyinggung mengenai penanganan kasus kematian Munir.

Aktivis HAM Munir meninggal dalam perjalanan dari Jakarta menuju Belanda, 7 September 2004,


Penyelidikan dan penyidikan dari kasus itu kemudian berujung pada proses hukum yang membawa Polycarpus dan Muchdi PR ke sidang pengadilan.

Polly didakwa melakukan pembunuhan pada Munir pada September 2004 dan terbunuh saat perjalan pesawat menuju Belanda untuk studi.

Polly diketahui satu pesawat dengan Munir saat perjalanan dari Belanda ke Singapura. Kemudian dari Singapura ke Belanda, Polly tidak lagi berada di pesawat tempat Munir meninggal.

Polly disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memvonis 14 tahun penjara dan dikuatkan di tingkat banding dengan putusan yang sama.

Di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) hanya memvonis Polly 2 tahun penjara, sehingga jaksa mengajukan PK dan akhirnya Polly divonis 20 tahun penjara.

Atas vonis tersebut, saat ini Polly juga mengajukan PK atasan putusan PK MA ini.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.