Pemerintah Tutup Pabrik Industri Sandang

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    TEMPO.CO , Jakarta: Meski memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Badan Usaha Milik Negara akan menutup Pabrik Pemintalan benang PT Industri Sandang Nusantara di Tohpati, Denpasar, pada tahun 2013. »Untuk penguatan usaha,” kata Deputi Menteri bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto seusai Rapat Kerja Komisi VI DPR-RI bersama Menteri BUMNdi Jakarta, Senin, 4 Juni 2012.

Pandu mengatakan awalnya perusahaan plat merah ini mempunyai 9 unit pabrik pemintalan benang di Karawang, Bandung, Cilacap, Tegal, Secang, Lawang, Grati, Tohpati dan Makasar. Namun terus mengalami kerugian Rp 159,95 miliar dan menimbulkan utang sampai nilai Rp 581,13 miliar di tahun 2010. Akhirnya, pada tahun 2011dilakukan penjualan beberapa aset dan pembayaran hutang sehingga jumlah pabrik pemintalan benang yang beroperasi tinggal empat di Cilacap, Secang, Lawang dan Tohpati. Dari restrukturisasi itu, terjadi penyusutan kapasitas produksi dari 310,8 ribu Mata Pintal (MP) menjadi 144 ribu MP.

Pandu mengatakan, meskipun tahun 2013, pabrik pemintalan benang di Tohpati ditutup, kapasitas pemintalan di tiga unit pabrik yang masih ada malah bertambah. "Dari 144 ribu MP menjadi 202 ribu MP," kata Pandu. Ia menuturkan, hasil itu diperoleh melaui perbaikan dan peremajaan alat produksi.

Pandu menjelaskan pada tahun 2013 hingga 2015 akan ada pengembangan menjadi 5 unit yakni Patal Cilacap, Patal Secang, Patal Lawang, Pabriteks Tegal, dan Patal Banjaran. Kapasitas pabrik Industri Sandang menjadi 322 ribu MP. Namun pengembangan usaha ini diharapkan akan dikerjakan mitra strategis.

Pembiayaan pembangunan petal, kata Pandu, tidak menggunakan kas negara. Hasil penjualan saham pemerintah sebesar 100 persen di PT Sandang ke investor seluruhnya masuk kas negara. "Jadi Rp 450 miliar belanja modal diharapkan dipenuhi oleh mitra strategis," ujar Pandu. Rincian belanja modal yakni Patal di Secang dan Lawang masing-masing Rp 75 miliar, pabrik tekstil Tegal sebesar Rp 200 miliar dan patal Banjaran senilai Rp 100 miliar.

Pelaksanaan penjualan 100 persen Saham Industri Sandang sendiri diperkirakan November 2012. Kementerian BUMN berharap Industri Sandang dibeli investor dari perusahaan plat merah juga.

SUNDARI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...