Pemerintah Upayakan Dapat Vaksin Johnson & Johnson untuk Jemaah Haji

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas angkat bicara soal vaksin Sinovac yang tidak termasuk dalam empat merek vaksin yang diizinkan penggunaannya masuk wilayah Kerajaan Arab Saudi. Hal ini merujuk rencana persiapan pemberangkatan calon jemaah haji di masa pandemi.

Empat merek vaksin yang telah diberi persetujuan Arab Saudi, yakni Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna.

"Terkait vaksin yang disampaikan Pak Ketua (Komisi VIII DPR) ada 4 ini yang kompeten menjawab soal vaksin ini Kementerian Kesehatan," kata Menag Yaqut saat rapat kerja di Gedung DPR RI, Senin, 31 Mei 2021.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini menegaskan Kemenag bersama Kemenkes RI telah merespon terkait penggunaan empat vaksin yang diizinkan masuk wilayah Arab Saudi.

"Kami sudah mengusahakan untuk bisa mendapatkan salah satu dari 4 vaksin yang disyaratkan, kita dapat Johnson & Johnson karena kalau dari tiga vaksin lain agak sulit secara teknis kita gunakan untuk jemaah haji," ujar Gus Yaqut

"Johnson&Johnson sekali shoot, dan kita atas ikhtiar bersama dengan Kementerian Kesehatan sudah mendapatkan komitmen untuk bisa mendapatkan vaksin untuk jemaah haji," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyetujui penggunaan empat vaksin Corona bagi para pengunjung wilayah Kerajaan. Dalam pernyataan Selasa, 18 Mei 2021, keempat vaksin tersebut disetujui untuk penggunaan darurat di dalam Kerajaan.

Dilansir SPA, empat vaksin yang telah disetujui otoritas terkait bagi pengunjung masuk wilayah Kerajaan adalah Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna.

Kementerian menyatakan jika dalam perkembangannya ada vaksin lain yang disetujui selain empat jenis diatas, akan diumumkan melalui saluran resmi pemerintah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel