Pemerintah usulkan penghapusan pedoman makan siang Michelle Obama

Washington (AP) - Pemerintahan Trump pada Jumat mengambil langkah lain untuk menghapus pedoman gizi sekolah Michelle Obama dengan mengusulkan aturan baru yang dapat menyebabkan lebih banyak pizza dan kentang goreng, lebih sedikit buah serta lebih sedikit variasi sayuran pada menu sekolah.

Menteri Pertanian Sonny Perdue, yang mengumumkan perubahan peraturan pada hari ulang tahun Obama, mengatakan mereka diperlukan untuk memberi sekolah lebih banyak fleksibilitas dan mengurangi limbah sambil tetap menyediakan makanan bergizi dan membangkitkan selera.

Tetapi advokat gizi anak melihatnya secara berbeda.

"Sungguh sebuah aksi pelobi yang memalukan dengan mengorbankan anak-anak Amerika dan kesejahteraan mereka," kata Sam Kass, yang menjabat sebagai direktur eksekutif kampanye "Let's Move" Obama untuk memerangi obesitas anak. "Negara ini - dan anak-anaknya - layak mendapatkan yang jauh lebih baik."

Berdasarkan usulan itu, sekolah akan diizinkan untuk memotong jumlah jenis sayuran tertentu yang disajikan saat makan siang, dan kacang-kacangan yang ditawarkan sebagai alternatif daging juga dapat dihitung sebagai bagian dari persyaratan sayuran. Kentang bisa disajikan sebagai sayuran.

Usulan itu juga akan memungkinkan sekolah untuk mengurangi jumlah buah yang dapat dibawa saat sarapan yang disajikan di luar kafetaria.

Gay Anderson, presiden Asosiasi Nutrisi Sekolah, mengatakan bahwa sementara standar gizi telah sukses secara keseluruhan, beberapa persyaratan menyebabkan berkurangnya partisipasi dalam program, biaya yang lebih tinggi dan pemborosan.

"Fleksibilitas jamuan sekolah USDA membantu kami mengelola tantangan ini dan menyiapkan makanan bergizi yang menarik bagi selera siswa yang beragam," kata Anderson dalam sebuah pernyataan.

Program makan di sekolah melayani sekitar 30 juta siswa, kebanyakan dari mereka dari keluarga berpenghasilan rendah.

"Serangan pemerintah Trump pada kesehatan anak-anak berlanjut hari ini dengan kedok 'menyederhanakan' makanan sekolah," kata Colin Schwartz, Wakil DIrektur untuk Urusan Hukum Pusat Sains dalam Kepentingan Umum, dalam sebuah pernyataan.

Video Terkait: Hampir Satu Juta Siswa Bisa Kehilangan Makan Siang Gratis

Usulan itu akan memberi sekolah fleksibilitas yang lebih besar dalam menawarkan makanan pembuka untuk pembelian tunggal, yang menurut Schwartz akan “menciptakan celah besar dalam pedoman nutrisi sekolah, membuka jalan bagi anak-anak untuk memilih pizza, burger, kentang goreng, dan makanan lain yang tinggi kalori, lemak jenuh atau natrium guna menggantikan makanan sekolah seimbang setiap hari.”

Geraldine Henchy, direktur kebijakan nutrisi di Food Research & Action Center, mengatakan bahwa intinya adalah nutrisi, tetapi revisi aturan tunggal akan membuat siswa mendapatkan “lebih banyak lemak, lebih banyak natrium, lebih banyak kalori. "

Secara khusus, usulan tersebut akan mengurangi jumlah sayuran merah dan oranye yang harus ditawarkan setiap hari saat makan siang.

Untuk sarapan yang tidak dimakan di tempat, porsi buah dapat dikurangi dari satu cangkir menjadi setengah cangkir.

Perwakilan Bobby Scott, seorang tokoh Demokrat Virginia dan ketua Komite DPR untuk Pendidikan dan Perburuhan, mengatakan usulan itu "mengancam kemajuan yang telah kami buat dalam memperbaiki gizi di sekolah-sekolah."

"Bagi banyak anak, makanan yang mereka makan di sekolah adalah satu-satunya akses mereka ke makanan sehat dan bergizi," katanya.

American Heart Association mengatakan aturan itu akan "membahayakan kesehatan anak-anak."

"Makanan sekolah yang sehat membantu memerangi obesitas di masa kanak-kanak dan kesehatan jantung yang buruk, tetapi mereka juga membantu membangun fondasi untuk perilaku sehat seumur hidup," kata kelompok itu.

Saat menjabat sebagai ibu negara, Obama memperjuangkan makanan sekolah yang lebih sehat sebagai bagian dari kampanye "Lets Move".

"Dengan satu dari tiga anak-anak kita di jalur untuk menderita diabetes, itu tidak masuk akal bahwa pemerintah Trump akan mendorong industri kentang dan junk food," kata Kass.

Undang-undang Kesehatan dan Bebas Kelaparan Anak pada 2010 menetapkan standar gizi untuk makanan sekolah, mengharuskan sekolah untuk menawarkan buah-buahan dan sayuran dan lebih banyak makanan gandum dan untuk membatasi kalori, lemak dan natrium.

Aturan yang diusulkan itu adalah langkah kedua oleh pemerintahTrump untuk mengurangi standar gizi program makan siang sekolah. Di bawah aturan 2018, pemerintah mengurangi jumlah gandum utuh yang harus disajikan dan memungkinkan susu cokelat rendah lemak. Sebelum aturan diubah, hanya susu beraroma bebas lemak yang diizinkan.

Perdue mengumumkan perubahan yang diusulkan di San Antonio, Texas.

“Sekolah dan distrik sekolah terus memberi tahu kami bahwa masih ada terlalu banyak sisa makanan dan fleksibilitas yang lebih masuk akal diperlukan untuk menyediakan makanan bergizi dan menggugah selera bagi siswa,” katanya.

Badan itu juga mengusulkan perubahan pada program makanan musim panas, yang melayani 2,6 juta anak.