Pemerintah Waspadai Datangnya Gelombang 3 COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus waspada dengan datangnya gelombang 3 Covid-19 yang diperkirakan terjadi akhir tahun. Epidemolog memprediksi gelombang 3 bertepatan dengan masa libur Natal dan Tahun Baru.

"Mengenai persiapan Natal dan Tahun Baru, kami pastikan setelah ada rapat terbatas. Informasi epidemolog memastikan gelombang 3 akan terjadi, sehingga harus kita antisipasi dan kita mitigasi. Sekitar November dan Desember bersamaan dengan Natal dan Tahun Baru," jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Senin (18/10/2021).

Pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan termasuk menghindari acara peringatan keagamaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Kewaspadaan terus ditingkatkan untuk menghindari lonjakan kasus seperti pada pertengahan tahun.

"Kita sangat berhat-hati kita tingkatkan kewaspadaaan dan kita mengihindari acara besar yang menimbulkan kerumunan. Liburan keagamaan yang memicu kerumunan, kita antipiasi agar tidak terjadi. Kemampuan kita mengatasi gelombang III bisa kita lakukan dengan kesiapan dan langkah langkah sehingga tidak kita alami seperti gelombang II lalu," katanya.

Dia menambahkan, saat ini kesadaran penerapan protokol kesehatan masyarakat di tempat wisata menurun. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus terus ditingkatkan untuk menghindari peningkatan kasus positif

"Terlihat penurunan kedipsilinan di tempat wisata, resto dan beberapa kawasan ekonomi kreatif. Ini kita ingatkan, kita dikondisi sekarang berkat disiplin protokol kesehatan, kalau lengah sangat berbahaya," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Deteksi Awal Varian Baru Jadi Strategi RI Cegah Gelombang Ke-3 COVID-19

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan penerima vaksin COVID-19 yang dikirim SMS terintegrasi dengan program PeduliLindungi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan penerima vaksin COVID-19 yang dikirim SMS terintegrasi dengan program PeduliLindungi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyebutkan salah satu strategi untuk mencegah terjadinya gelombang ke-3.

Strategi tersebut adalah meningkatkan penemuan kasus secara proaktif. Ini adalah strategi deteksi awal varian baru agar penyebarannya dapat dicegah.

“Kami terus meningkatkan kapasitas dan jumlah laboratorium untuk whole genome sequencing secara rutin dengan sampel dari provinsi, kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Nadia dalam konferensi pers daring, Rabu (13/10/2021).

Nadia menambahkan, kunci pencegahan masuknya varian baru adalah dengan penguatan tes dan karantina di pintu masuk negara.

Ia juga mengatakan bahwa sejauh ini varian Mu belum ditemukan di Indonesia.

“Varian Mu sampai saat ini kita belum mendeteksi adanya varian tersebut di negara kita.”

Kendati demikian, ia mengimbau agar tetap waspada karena beberapa negara telah melaporkan adanya varian tersebut.

“Kita harus waspada, beberapa negara telah melaporkan varian Mu ini seperti Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.”

Di sisi lain, varian Delta masih mendominasi, ditambah adanya varian Alpha yang lebih menular daripada COVID-19 awal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel