Pemerintah Yakin Ekonomi Tumbuh 7 Persen Meski Covid-19 Belum Reda

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia masih optimis perekonomian nasional tetap tumbuh positif hingga akhir tahun meski memasuki semester kedua terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan. Apalagi pergerakan manusia kembali dibatasi dan terjadinya pelemahan ekonomi.

"Kita optimis perekonomian sampai 7 persen," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali, Jakarta, Rabu (7/7).

Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2021 bisa mencapai 3,3 persen. Lalu di akhir tahun secara konservatif diprediksi bisa tumbuh 3,75 persen sampai 4,5 persen.

"Semester 1 ini 3,3 persen dan sampai akhir tahun kita proyeksinya konservatif 3,75 persen sampai 4 atau 4,5 persen untuk outlook semester 2 ini," kata dia.

Untuk itu demi menahan pelemahan ekonomi sekaligus mengatasi masalah kesehatan, pemerintah juga melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia dengan beberapa level. Sehingga penyebaran virus lebih cepat dikendalikan dan pelemahan ekonomi tidak berlarut-larut.

Di sisi lain, pemerintah memaksimalkan kinerja produksi ekspor demi menjaga momentum harga komoditas yang tinggi. Maka sektor-sektor esensial dan kritikal tetap bisa beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ditengah kebijakan PPKM.

"Kegiatan ekspor kita jaga untuk memaksimalkan momentum harga komoditas," kata dia.

Selain itu, Pemerintah akan kembali memberikan jaminan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan uang tunai bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Buat penerima PKH akan dapat bantuan tunai dan beras 10 kilogram sebanyak 20 juta peserta," kata dia.

Saat ini, Kementerian Sosial dan Badan Logistik (Bulog) tengah melakukan berbagai persiapan ini. Sebab proses penyiapan infrastrukturnya tidak mudah.

"Ini butuh waktu buat persiapan untuk bansos PPKM darurat atau mikro," kata dia.

Begini Skenario Pertumbuhan Ekonomi 2021 ala Sri Mulyani

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati telah menyiapkan beberapa skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2021. Pertumbuhan ini bisa terjadi jika penyebaran kasus Covid-19 bisa dikendalikan dengan cepat, dan tergantung kepada disiplin protokol kesehatan masyarakat.

Dia menyampaikan, skenario optimisnya pada kuartal ke II-2021 bisa mencapai di atas 7 persen. Hal ini tentu dengan melihat berbagai indikator ekonomi menunjukan positif pada April-Juni pertengahan lalu.

"Kita optimis pertumbuhan ekonomi kita bisa di atas 7 persen dan kita berharap pada minggu ke 3-4 Juni tidak mempengaruhi sehingga masih bertahan di atas 7 persen," kata Sri Mulyani Webinar Prosepek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi, Rabu (7/7).

Bendahara Negara itu melanjutkan, untuk kuartal III dan IV skenario pertumbuhannya sangat bergantung pada kegiatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Yakni seberapa dalam mobilitas harus diturunkan untuk mencegah penularan dan seberapa lama PPKM tersebut digulirkan.

Dia mengatakan, dalam skenario berat pemerintah harus melakukan penurunan mobilitas sampai 50 persen. Kemudian kebijakan PPKM Darurat sendiri bisa berakhir pada Agustus, sehingga normalisasi baru bisa kembali terjadi.

Dengan skenario tersebut, maka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 diperkirakan bisa mencapai 4 persen dan di kuartal IV-2021 4,6 persen.

Pertumbuhan Ekonomi

Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 membaik dari kuartal II 2020 lalu yang tumbuh minus 5,32 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 membaik dari kuartal II 2020 lalu yang tumbuh minus 5,32 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara jika pemerintah bisa menyelesaikan dan menjaga pemulihan sekaligus mengendalikan mobilitas dengan cepat, maka pertumbuhan bisa di atas 5 persen pada kuartal III-2021. Dengan catatan, penyebaran covid bisa terkendali sampai dengan akhir Juli dan Agustus normal kembali.

"Kita berharap pertumbuhan di kuartal III bisa di atas 5 persen dan menguat kembali pada kuatal ke IV," jelas dia.

Dengan berbagai skenario tersebut, maka pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 masih bisa tumbuh di 3,7 persen sampai dengan 4,5 persen. Pertumbuhan itu terjadi mengingat pada kuartal I-2021 ekonomi masih tumbuh negatif 0,7 persen.

"Dinamika ini selalu dihadapkan kami sebagai pengelola kebijakan fiskal," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel