Pemerintahan Baru Jepang akan Bergabung dalam TPP

Tokyo (AFP/ANTARA) - Pemerintah baru Jepang yang dipimpin oleh Perdana Menteri Shinzo Abe menyarankan bahwa pihaknya mungkin akan bergabung dalam kesepakatan perdagangan bebas Pasifik yang didukung AS, ujar sebuah laporan pada Senin.


Tokyo sebelumnya menunjukkan minat untuk bergabung dengan Trans-Pacific Partnership (TPP), tetapi tetap tidak berkomitmen dalam menghadapi perlawanan sengit dari industri pertaniannya.


Partisipasi perekonomian ketiga terbesar di dunia tersebut akan mendukung sebuah pakta yang dianggap sebagai bagian utama poros Presiden AS Barack Obama ke Asia, dan penyeimbang meningkatnya pengaruh regional China.


Mengacu pada kemungkinannya untuk bergabung dengan TPP, Liberal Democratic Party (LDP) Abe dan mitra koalisi juniornya, New Komeito, "akan mengejar jalan terbaik yang akan melayani kepentingan nasional Jepang," yang mereka katakan dalam perjanjian koalisi terakhir mereka, lapor Asahi Shimbun.


Koalisi, yang akan menduduki kantor resmi pada Rabu, juga sepakat untuk mempromosikan kerangka perdagangan bebas lainnya, ujarnya.


Komentar tersebut memuat catatan yang lebih positif terhadap partisipasi dalam TPP dibandingkan dengan LDP dan janji pemilu New Komeito sebelum jajak pendapat 16 Desember, yang membawa Abe dalam kemenangan telak parlemen.


Dalam sebuah langkah yang jelas untuk mengumpulkan suara petani, LDP mengatakan selama kampanye pemilu itu bahwa mereka "menentang partisipasi selama pakta gabungan tersebut membutuhkan prasyarat penghapusan tarif tanpa pengecualian".


New Komeito juga menunjukkan sikap hati-hati terhadap partisipasi awal dalam pakta perdagangan tersebut.


Sehari setelah kemenangan pemilu Abe, lobi bisnis utama Jepang, Keidanren (Federasi Bisnis Jepang), mendesak Abe untuk bergabung dalam pembicaraan perdagangan "pada tanggal sebelumnya."


"Kami mendesak pemerintah baru untuk berpartisipasi dalam negosiasi TPP sebelumnya, karena kami tidak punya waktu untuk masalah ini," ujar Ketua Keidanren, Hiromasa Yonekura, dalam sebuah pernyataan.


Lobi bisnis tersebut mengatakan bahwa ekonomi yang berorientasi pada ekspor Jepang merupakan keuntungan promosi utama dari sistem perdagangan bebas multilateral global.(dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.