Pemerintahan SBY tak Satupun yang Kebal Hukum

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Ditetapkannya anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Siti Fadilah Supari sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan pada tahun 2005 adalah bukti, tidak satu pun manusia di Indonesia kebal hukum.

Demikian disampaikan Direktur Masyarakat Pemantau Korupsi (Mapikor), Panghiyutan B Haloho, Jumat(19/4/2012) dalam pernyataannya.

Panghiyutan menegaskan, dengan ditetapkannya Siti Fadilah Supari sebagai tersangka, bukan berarti SBY gagal dalam merekrut para pembantunya, seperti yang dikatakan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane.
 
"Siapapun itu, sekalipun dia berada di lingkaran ring satu Istana atau memiliki jabatan publik, tidak akan kebal hukum. Dan Presiden SBY komit dengan pemberantasan korupsi, Presiden SBY tidak akan mengintervensi hukum. Hukum ya hukum, punya hukum besinya sendiri. Dan perlu diketahui oleh bersama di jaman SBY sajalah semua penindakan itu bisa terbuka dan tidak tebang pilih," jelas Panghiyutan.

Masih kata Neta, ditetapkannya Siti Fadilah Supari sebagai tersangka korupsi merupakan shock therapy buat semua termasuk jajaran pembantu presiden. Diharapkan, semua pembantu Presiden agar lebih mawas diri dan konsisten dengan cita-cita pemberantasan korupsi.

"Mereka (para pembantu) tidak akan pernah dibela ataupun dilindungi jika hukum telah memproses," demikian Panghiyutan.

Sebelumnya, Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai penetapan tersangka Siti Fadilah Supari dalam kasus korupsi membuktikan kegagalan SBY dalam merekrut para menterinya. "Ini bukti SBY salah pilih dalam memilih para menterinya," katanya di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/4/2012) kemarin. (tribunnews/yat)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.