Pemerintahan Trump ajukan banding atas putusan pengadilan yang tolak pelarangan TikTok di AS

·Bacaan 1 menit

Washington (AFP) - Pemerintahan Trump pada Senin mengajukan banding atas putusan pengadilan federal yang membolehkan TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat meskipun ada langkah untuk memblokir aplikasi media sosial populer itu dengan alasan keamanan nasional.

Departemen Kehakiman mengajukan banding untuk menegakkan larangan TikTok oleh Presiden Donald Trump yang berpendapat bahwa perusahaan induk dari aplikasi itu yang berada di China bisa memanfaatkan TikTok untuk spionase dan untuk menyebarkan disinformasi.

Banding ini tidak termasuk alasan untuk menguatkan larangan tersebut yang awal bulan ini sudah ditolak oleh Hakim Distrik AS Carl Nichols dan dalam kasus sejenis yang diajukan di Pennsylvania.

Nichols mengatakan pengacara TikTok telah menunjukkan bahwa Departemen Perdagangan kemungkinan melangkahi otoritasnya dengan berusaha melarang aplikasi media sosial populer itu dan "bertindak sewenang-wenang dan plin-plan dengan tidak bisa mempertimbangkan alternatif-alternatif pastinya."

Gedung Putih mengklaim TikTok sebagai risiko keamanan nasional karena kemungkinan terkait dengan pemerintah Beijing melalui pemiliknya di China, ByteDance.

Perintah Trump menyebut tindakan itu diperlukan untuk "melindungi keamanan nasional kita" dan mengklaim data pribadi pengguna TikTok bisa digunakan oleh Beijing.

TikTok berulang kali membela diri terhadap tuduhan transfer data ke pemerintah China dengan mengatakan pihaknya menyimpan informasi pengguna di server-server di Amerika Serikat dan Singapura.

TikTok menghadapi pertarungan lebih jauh melawan perintah eksekutif 14 Agustus dari Trump untuk memaksa ByteDance menjual unit usahanya di AS kepada pembeli Amerika.

bur-rl/st