Pemerkosa 'Kubur' Korban dengan Dedaunan

TRIBUNNEWS.COM, REDELONG - Adi (16) yang sudah diangkat anak oleh keluarga Ibni Faisal, warga Kampung Babusallam, Simpang Tiga Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, tiba tiba bertingkah bagai monster. Remaja tanggung itu tega menghabisi sekaligus memerkosa gadis cilik Shufi Alhifah binti Ibni Faisal (4,5).

Korban sempat dinyatakan hilang selama empat hari, namun polisi yang bekerja cepat akhirnya berhasil menguak misteri kehilangan bocah malang Shufi, setelah Adi yang diinterograsi polisi mengaku ia yang menghabisi korban. Adilah yang menunjukkan lokasi Shufi dieksekusi, yang telah ditutupi dedaunan. Balita malang itu dieksekusi hanya sekitar 300 meter dari rumahnya.

Saat ditemukan, kondisi jenazah Shufi Alhifah, ditutupi dedaunan serta potongan daun bambu di antara semak belukar yang tidak jauh dari jalan raya. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari ruas jalan Pante Raya-Simpang Tiga Redelong. Shufi dinyatakan hilang dari rumahnya Selasa (7/2) lalu, sekira pukul 16.30 WIB. Ketika itu, putri tunggal pasangan Ibni Faisal (35) dan Hayati (25), pergi membeli kue ke salah satu kios yang tidak jauh dari rumahnya. Namun sejak sore itu, Ufi tak kunjung kembali ke rumah.

Sebelum ditemukan, berbagai upaya dilakukan oleh pihak keluarga untuk menemukan gadis cilik itu. Mulai dari pencarian berkeliling kampung bersama warga setempat, hingga menempelkan selebaran ke sejumlah tempat, termasuk memberitakannya melalui Harian Serambi Indonesia dan situs online. Tidak cukup hanya sampai disitu, pencarian Shufi ini, juga melibatkan beberapa orang pintar sebagai upaya pihak keluarga untuk menemukan putri semata wayang.

“Sebelumnya, bahkan kami sempat mendapat informasi jika Shufi, diculik dan sedang berada di Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen. Kami berupaya untuk mencari ke sana dengan harapan bisa menemukan Ufi. Tapi setelah ditelusuri ke sana tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Shufi Alhifah,” kata seorang keluarga dekat korban, Said Abdullah, kepada Serambi Sabtu (11/2/2012).

Dikatakan Said Abdullah, setelah berbagai upaya dilakukan, akhirnya di hari keempat Shufi Alhifah ditemukan namun kondisinya sudah tidak lagi bernyawa. Kronologis ditemukan jenazah gadis cilik itu, bermula dari penemuan sandal milik korban di dekat lokasi penemuan mayat Shufi. Setelah dipastikan sandal tersebut milik Shufi, warga bersama pihak kepolisian setempat, langsung menyusuri kawasan tersebut. “Padahal, sebelumnya kami sudah bolak-balik mencari di daerah itu tetapi tak bisa menjumpai jenazah Ufi. Dan di hari keempat, semalam sekitar jam dua lewat, jenazahnya berhasil ditemukan dalam kondisi telah ditutupi rumput dan potongan bambu,” kata Said Abdullah yang didampingi sejumlah pihak keluarga korban, usai acara pemakan Shufi Alifah.

Ia katakan, awalnya pihak keluarga tidak menaruh curiga terhadap anak angkat ayah korban bernama Adi yang biasa tinggal di rumah itu. Dan sebelum Shufi Alhifah menghilang, Adi sempat menemani korban membeli kue di salah satu kios yang tidak jauh dari rumahnya.

Menurut kesaksian, beberapa warga Kampung Babusallam lainnya, setelah jenazah Ufi ditemukan, langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Datu Beru, Takengon, guna dilakukan visum. Usai dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, jenazah Shufi Alifah dibawa kembali ke Kampung Babussalam untuk dikebumikan.

Sementara itu, Kapolres Bener Meriah, AKBP Cahyo melalui Wakapolresnya Kompol Hairajadi didampingi Kasubbag Humas, Iptu M Unang Nurtata kepada Serambi Sabtu (11/2/2012) mengatakan, pihak kepolisian setempat berhasil menemukan jenazah Shufi Alhifah, berdasarkan pengakuan tersangka berinisial Adi (16), yang sehari-harinya bekerja serabutan.

Kecurigaan polisi terhadap Adi, lantaran beberapa jam sebelum menghilang, Shufi Alhifah terlihat bermain bersama tersangka tersebut. “Polisi mencoba mengorek keterangan dari tersangka ini. Awalnya dia (Adi-red) tidak mau mengaku. Namun setelah ditanyai kembali baru tersangka ini mengaku. Bahkan ia menunjukkan sendiri tempat Ufi dikubur,” kata Iptu Unang Nurtata, sembari menyebutkan mayat korban ditemukan Sabtu (11/2/2012) dini hari.

Dikatakan, Kasubbag Humas ini, berdasarkan hasil visum tim dokter, sebelum dihabisi gadis cilik ini, sempat diperkosa oleh tersangka. Dan di dalam paru-paru korban terlihat adanya air yang diduga dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam air. “Sampai dengan saat ini, tersangka sedang kami periksa dan telah ditahan di Mapolres Bener Meriah,” papar Iptu M Unang Nurtata.

Jenazah Ufi dikebumikan di pemakaman umum sekitar 300 meter dari rumah itu. Kesedihan mengiringi pemakaman Shufi Alhifah, bocah cilik berusia 4,5 tahun yang sebelum meninggal sempat menghilang selama empat hari. Ufi dikebumikan Sabtu (11/2/2012) sekira pukul 10.00 WIB, pemakaman umum Kampung Babussallam.(c35)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.